Share

Podcast Aksi Nyata: Glow Up Tak Harus Berkulit Putih

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 611 2609867 podcast-aksi-nyata-glow-up-tak-harus-berkulit-putih-VxUb8XSoWB.jpeg Podcast Aksi Nyata: Glow Up Tak Harus Berkulit Putih (Foto: YouTube/Partai Perindo)

JAKARTA - Fenomena glow up pada generasi muda semakin ramai di Indonesia. Penampilan seolah menjadi standar utama yang diagung-agungkan oleh hampir semua kalangan.

Banyak orang menempatkan pesona kecantikan fisik di atas segalanya. Padahal pesona dari segi kecerdasan dan kepribadian juga tak kalah menarik perhatian.

Sebab, menjadi seseorang yang selalu mengasah kemampuan intelektual dan mensyukuri anugerah Tuhan pun penting untuk dilakukan.

Barata Kartasasmita selaku Managing Director of Aesthetic Clinic mengatakan, glow up pun tidak melulu harus berkulit putih bak wanita Korea. Dengan kulit eksotis yang telah dianugerahi Tuhan juga bisa terlihat cantik ataupun tampan.

"Glow up menurut aku sendiri tergantung ya, maknanya mau dibawa kemana. kalo general, positive transformation, bisa ke style, appearance, mantulity," ucapnya dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Sabtu (11/6/2022).

Tidak dipungkiri, kata Barata, Korean wave atau hallyu kini memang merebak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, lebih dari 50% masyarakat Indonesia terpengaruh dengan artis-artis Korea. Terlebih, banyak produk lokal yang kerap menjadikan artis Negeri Gingseng tersebut sebagai Brand Ambassador-nya.

Alhasil, saking ingin memiliki kulit putih, banyak masyarakat Indonesia yang terjebak dengan produk murahan yang menjanjikan hasil instan. Padahal, efek samping yang didapatkan bisa sangat buruk hingga menyebabkan kanker kulit.

"Ada kasus artis terkenal, dia di-endorse lotion yang bikin putih instan, tapi di dalam lotion itu ada steroidnya. Itu stretch mark-nya banyak banget sekarang jadi nggak PD, udah kayak pohon itu kulitnya," katanya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Barata pun mengimbau masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan, termasuk para influencer Tanah Air. Sebaiknya, lakukan seleksi produk endorse dengan teliti demi kesehatan kulit.

"Harus ternotifikasi BPOM, sertifikasi halal, no animal cruelty, kalau bisa juga yang merangkul pasar ibu-ibu hamil dan menyusui agar lebih aman. Gampang kok googling aja," ujarnya.

Barata pun menyadari jika pola pikir seseorang memang tak bisa diubah ataupun diatur. Namun, dia akan terus berupaya menyiarkan bahwa setiap orang bisa cantik dan tampan dengan warna kulit apapun. Hal yang terpenting adalah percaya diri dan tetap merawat kulit agar tetap sehat.

"Punya good confidence dan didampingi lingkungan yang gak toxic. Itu berpengaruh," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini