Share

Chef Vindex Tengker: Butcher Bisa Jadi Profesi Menjanjikan

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 298 2612066 chef-vindex-tengker-butcher-bisa-jadi-profesi-menjanjikan-NW7lXG8Y8C.jpg Chef Vindex Tengker (Foto: Novie)

SELAMA masa pandemi, beef culture saat ini menjadi tren di dunia kuliner. Di mana permintaan daging sapi dan domba berkualitas semakin besar, ditambah lagi dengan gaya menyantap beef yang kian kekinian seperti shabu-shabu.

Celebrity chef sekaligus mewakili Meat Livestock Australia (MLA), Chef Vindex Tengker mengatakan, beef culture dapat terlihat dari permintaan akan daging sapi berkualitas di Indonesia yang terus meningkat dan semakin menjamurnya pelaku usaha yang berfokus pada olahan daging sapi, baik di retail/reseller maupun food services.

 Butcher

Selain itu, kata Chef Vindex, profesi sebagai butcher atau penyembelih daging juga kian digandrungi. Di mana posisi ini bisa dilakukan oleh semua gender, baik laki-laki maupun perempuan. Serta tua ataupun muda, semua bisa menjadi butcher.

"Seperti hal barista di dunia kopi, profesi butcher di dunia olahan daging sapi dapat menjadi sebuah profesi masa depan yang menjanjikan, baik bagi kaum laki-laki ataupun perempuan. Apalagi diiringi dengan semakin tingginya perhatian masyarakat perkotaan untuk memperoleh daging sapi yang tidak hanya lezat, tapi juga sehat dan sustainable," kata Chef Vindex dalam acara Jakarta Butchers' Challenge.

Lebih lanjut, Chef Vindex juga melihat, bahwa profesi ini bisa menjadi solusi yang baik untuk industri kuliner. Hal ini karena dapat menentukan profitabilitas dari penggunaan potongan daging secara optimal.

 BACA JUGA:Senang Daging Australia, Chef Vindex Tengker: Rib Eye is The Best

"Saya rasa ini dapat merubah persepsi masyarakat terhadap profesi butcher yang masih disalah persepsikan sebagai pekerjaan kasar bagi kaum pria," terangnya.

Kemudian sejumlah perusahaan importir daging, memperkenalkan variasi potongan daging sapi khususnya bagian secondary cuts. Serta mendorong kreasi olahan makanan dari berbagai jenis potongannya, sehingga dapat memaksimalkan penggunaan bagian potongan daging sapi yang selama ini kurang popular.

"Kami ingin masyarakat Indonesia semakin kenal dan paham, bahwa daging sapi bukan hanya terdiri dari prime cuts, tapi juga ada bagian secondary cuts yang dapat diolah menjadi sajian lezat, berkualitas, dan bergizi," ujar Dian Paramita selaku Direktur PT Global Pratama Wijaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini