Share

Varian Eugenioides Siap Mendunia, Kopi Unik dan Langka Induk dari Arabika

Intan Afika Nuur Aziizah, Okezone · Rabu 15 Juni 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 298 2612243 varian-eugenioides-siap-mendunia-kopi-unik-dan-langka-induk-dari-arabika-DpqJF2XBVK.jpeg Eugenioides varian kopi unik yang siap mendunia (Foto: Mtpakcoffee)

KOPI di Indonesia semakin beragam variannya. Sebut saja Arabika, Ekselsa, Liberika, dan Robusta. Varian ini sudah populer dan menjadi komoditi di berbagai dunia.

Namun selain itu, beberapa perkebunan kopi di Amerika Latin sudah mulai mengembangkan varietas baru di luar varietas yang ada selama ini. Jika selama ini Geisha dari Panama atau caturra dianggap andalan dari Amerika Latin, maka belakangan jenis itu pun dirasa kurang cukup.

Podcast Aksi Nyata Perindo

(Podcast Aksi Nyata Perindo, Foto: YouTube/Partai Perindo)

Arya Kinantha selaku pebisnis coffee roastery menyebut varian Coffea Eugenioides akan menggeser Panama Geisha. Kopi ini disebut-sebut merupakan induk dari arabika. Namun, varietas kopi yang satu ini masih sangat langka, bahkan harganya dibanderol cukup fantastis.

"Itu harganya luar biasa fantastis. Pencinta kopi pun untuk mendapatkan kopi tersebut sangat sulit. Aroma bunganya jelas, cita rasa manisnya pure tanpa campuran gula itu benar-benar terasa," ucap Arya Kinantha dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Rabu (15/6/2022).

BACA JUGA : Bisnis Coffee Shop Makin Menjamur dan Kompetitif, Ini 3 Tips Suksesnya!

BACA JUGA : Viral Coffee Shop Usung Konsep Proyek Mangkrak, Netizen: Lebih Estetik Buat Foto

Melansir Sprudge, Coffea Eugenioides sempat tidak dilirik atau ditinggalkan oleh para petani kopi. Eugenioides baru kembali tenar dalam beberapa dekade terakhir, lewat kerja keras dari Finca Inmaculada, kelompok petani di Kolombia. Lewat upaya yang dilakukan oleh perkebunan yang dimiliki oleh keluarga Holguin, dan sebelumnya Camilo Merizalde, kopi eugenioides bangkit kembali.

Lantas, apa yang istimewa dari Kopi Eugenioides?

Selain memiliki kandungan kafein yang lebih rendah secara alami, Eugenioides juga menawarkan serangkaian karakteristik rasa yang sangat bersemangat dan unik. Pada dasarnya manis, seperti yang diungkap Arya.

Cita rasa manis itu kemungkinan muncul karena kurang adanya kepahitan dari kafein. Bahkan, Kopi Eugenioides sering dikatakan memiliki rasa yang ceria dan tidak biasa, seperti wijen, marshmallow panggang, tetes lemon, dan susu sereal. Beberapa orang merasa rasanya tidak seperti kopi sama sekali.

Secara fisik, pohon kopi eugenioides punya tampilan daun dan ceri buah yang lebih kecil dari arabika. Kopi ini tumbuh di Rwanda, Tanzania, Uganda, Kenya dan Republik Demokratik Kongo. Namun, kini pertanian Finca Inmaculada di Kolombia Barat menjadi pertanian terbesar yang memproduksi kopi ini, dan ditanam pada ketinggian 1900-2000 mdpl.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini