Share

Warga Jakarta Wajib Waspada, Udara Buruk Bisa Kurangi Umur Kita 2,5 Tahun Loh

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 612 2613242 warga-jakarta-wajib-waspada-udara-buruk-bisa-kurangi-umur-kita-2-5-tahun-loh-Pykig7ajXQ.jpg Ilustrasi Udara Buruk. (Foto: Shutterstock)

KUALITAS udara Jakarta tercatat menjadi yang paling buruk di dunia. Hal ini sesuai dengan indeks yang dikeluarkan oleh IQ Air melalui laman resmi di Jakarta. Tercatat, kualitas udara di Jakarta pada pukul 08.00 WIB tadi mencapai indeks 160.

Berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara yang tidak sehat. Konsentrasi "particulate matter" (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut data terbaru dariAir Quality Life Index (AQLI) dari University of Chicago dan Nafas, saat ini lebih dari 93 persen dari 262 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah dengan tingkat Particulate Matter (PM) 2.5 rata-rata tahunan. Angka ini melebihi ambang batas pedoman World Health Organization (WHO).

Polusi Udara Jakarta

Direktur AQLI Kenneth Li mengatakan, masyarakat perlu menyadari pentingnya mengurangi polusi udara. Tingginya angka polusi udara ini akan berdampak terhadap angka harapan hidup penduduk Indonesia.

β€œRata-rata orang Indonesia diperkirakan dapat kehilangan 2,5 tahun dari usia harapan hidupnya akibat polusi udara saat ini, karena kualitas udara tidak memenuhi ambang aman sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk konsentrasi partikel halus (PM2.5),” ujarnya.

Ditambahkan Chief Growth Officer Nafas Indonesia Piotr Jakubowski, polusi udara menyebabkan banyak masalah terkait dengan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru-paru. "Untuk itu, kita perlu sadar akan bahaya polusi udara, karena udara yang kita hirup mengambil kehidupan bertahun-tahun dari masa depan kita,” tuturnya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Senada, University of Chicago's Energy Policy Institute (EPIC) mengungkap faktanya lebih dari 97 persen populasi global tinggal di daerah di mana polusi udara melebihi tingkat yang direkomendasikan. Contohnya para penduduk di Asia Selatan, yang diestimasikan kehilangan 5 tahun masa hidup akibat kebut asap dan mencatat India menyumbang sekitar 44 persen dari peningkatan polusi udara di dunia sejak 2013.

Dari yang data satelit yang digunakan untuk mengukur, level tingkat PM2,5 adalah tingkat partikel mengambang berbahaya yang merusak paru-paru. WHO menyebut, jika level PM2,5 bisa berkurang menjadi lima mikrogram per meter kubik seperti yang direkomendasikan. Angka harapan hidup manusia rata-rata akan meningkat rata-rata sampai 2,2 tahun.

Sayangnya, dari survei data polusi yang diterbitkan awal tahun ini menyebutkan pada tahun 2021 tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bisa sukses memenuhi standar 5 mikrogram WHO tersebut.

Studi di atas juga meng-highlight betapa masalah polusi udara ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang masih kurang dipedulikan. Salah satu contohnya, melihat kalau dana untuk mengatasi masalah ini masih belum memadai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini