Share

Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini 8 Efeknya bagi Kesehatan

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 612 2613326 polusi-udara-jakarta-terburuk-di-dunia-ini-8-efeknya-bagi-kesehatan-mnir9VbBAN.jpg Ilustrasi Polusi Udara. (Foto: Shutterstock)

POLUSI udara di Jakarta kembali memburuk setelah penerapan 100 persen WFO. Bahkan, kualitas udara di Jakarta menempati posisi pertama kota dengan udara terburuk di dunia.

Lembaga data kualitas udara, IQ Air menyebut Jakarta merupakan kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Oleh karena itu, IQ Air pun menyebut masyarakat bisa menggunakan masker, menghidupkan pemurni udara, menutup jendela dan menghindari aktivitas di luar rumah.

Polusi udara memiliki efek yang sangat negatif terhadap alam dan kesehatan manusia. Dampak jangka panjang dan jangka menengah tersebut telah menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Dikutip dari Tecam group, berikut dampak negatif yang disebabkan polusi udara di seluruh dunia.

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah salah satu efek yang paling mengkhawatirkan bagi para ilmuwan dan pemerhati lingkungan. Pemanasan global merupakan akibat langsung dari efek rumah kaca yang dihasilkan oleh emisi CO2 dan metana yang tinggi ke atmosfer. Sebagian besar emisi ini dihasilkan oleh industri, dapat diatasi dengan tanggung jawab sosial dan tindakan oleh perusahaan dan pabrik.

Perubahan Iklim

Perubahan Iklim adalah konsekuensi lain dari pemanasan global. Ketika suhu planet meningkat, ada gangguan pada siklus iklim yang biasa, yang mempercepat perubahan siklus ini. Karena perubahan iklim, massa kutub mencair, dan hal ini menyebabkan banjir dan naik ke permukaan laut.

Polusi Udara Jakarta

Hujan Asam

Gas yang dikeluarkan oleh industri, pembangkit listrik, boiler, pemanas, dan transportasi sangat beracun. Gas-gas tersebut antara lain sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) yang dikeluarkan ke atmosfer yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Ketika zat-zat tersebut terakumulasi di atmosfer dan bereaksi dengan air, mereka membentuk larutan encer asam nitrat dan sulfat, dan ketika konsentrasi tersebut menjadi hujan, lingkungan dan permukaan akan terpengaruh.

Efek Kabut Asap

Efek kabut asap atau efek baret terjadi ketika ada semacam kabut gelap yang terkonsentrasi di kota dan ladang. Kabut tersebut merupakan beban polutan dari 2 jenis kabut asap: kabut belerang dan kabut fotokimia, berbahaya bagi kesehatan. Kedua jenis kabut asap tersebut merupakan konsekuensi dari tindakan industri dan perkotaan. Namun, kabut belerang berasal dari penggunaan batu bara dalam banyak proses industri.

Kerusakan Bidang Permukaan Bumi

Hujan asam, perubahan iklim, dan kabut asap semuanya merusak permukaan bumi. Air dan gas yang terkontaminasi meresap ke dalam bumi, mengubah komposisi tanah. Itu secara langsung memengaruhi pertanian, mengubah siklus panen, dan komposisi makanan yang kita makan.

Punahnya Spesies Hewan

Saat massa es di kutub mencair dan permukaan laut naik, banyak spesies hewan, yang kelangsungan hidupnya bergantung pada lautan dan sungai, terancam. Arus berubah, suhu laut berubah, dan siklus migrasi berubah, banyak hewan terpaksa mencari makanan di lingkungan yang tidak mereka kenal. Deforestasi dan kualitas tanah yang buruk juga berarti hilangnya ekosistem dan habitat.

Masalah Kesehatan Pernapasan

Ini salah satu efek yang paling mengkhawatirkan bagi manusia. Polutan dapat menyebabkan penyakit pernapasan dan alergi mulai dari batuk hingga asma, kanker, atau emfisema.

Menghirup zat beracun secara langsung memengaruhi paru-paru dan organ lain yang membentuk sistem pernapasan. Selain itu, oksigenasi yang buruk dapat menyebabkan masalah kardiovaskular.

Kerusakan Kulit

Banyak dari intoleransi bahan kimia yang secara langsung memengaruhi kulit seseorang. Namun salah satu kerusakan terparah adalah kanker kulit. Penyakit itu dalam banyak kasus timbul karena paparan langsung sinar ultraviolet pada kulit. Lapisan ozon bertindak sebagai penyaring sinar tersebut. Jika lapisan ozon lebih tipis, efektivitas filter menurun, membiarkan paparan sinar langsung, hal ini sangat berbahaya bagi manusia.

Sekadar informasi, IQ Air melalui laman resmi di Jakarta, mencatat kualitas udara di Jakarta per pukul 07.50 WIB mencapai indeks 160. Sementara, berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara yang tidak sehat.

Konsentrasi "particulate matter" (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini