Share

Termakan Daging Kurban yang Terinfeksi PMK? Dokter Hewan: Tidak Masalah

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 298 2613777 termakan-daging-kurban-yang-terinfeksi-pmk-dokter-hewan-tidak-masalah-ZPH32A9a6L.JPG Olahan steak sapi (Foto: Freepik)

RAMAI penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Hari Raya Idul Adha, menimbulkan kecemasan dan kebingungan di kalangan masyarakat awam.

Pasalnya, bagaimana jika seseorang tidak sengaja mengonsumsi daging kurban yang sudah terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK)? Apakah kondisi ini bisa membuat orang tersebut akhirnya tertular penyakit yang sama?

Seperti disampaikan Sub. Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Dian Ariesiana Widiastuti, jika mengalami situasi seperti ini masyarakat tidak perlu panik dan khawatir karena hal itu tidak berbahaya.

"Tidak masalah, karena sebelumnya daging itu dimasak lebih dulu. Jadi virusnya sudah mati," ujar drh. Dian, dalam acara konferensi pers Tebar Hewan Kurban 1443 H #JadiManfaat bersama Dompet Dhuafa di Jakarta baru-baru ini.

 

(Foto: Freepik)

Lebih lanjut, kata drh Dian, PMK tidak berbahaya dan tidak menular kepada manusia. Sebab proses setelah hewan disembelih cukup panjang, karena kebanyakan orang langsung memasukkannya ke dalam freezer atau mengolahnya dengan cara direbus selama berjam-jam.

Begitu juga dimasak menjadi olahan satai, virus PMK yang menginfeksi hewan ternak tersebut akan mati dan tidak membahayakan manusia.

"Jadi jangan khawatir, jika tidak sengaja memakan daging sapi yang sudah terinfeksi PMK karena tidak berbahaya. Saat dimasak atau masuk ke dalam freezer pun virusnya sudah mati," tegasnya.

Umumnya PMK biasanya menyebar melalui kotoran, air liur dan juga kebersihan di sekitar kendang hewan ternak. Oleh karena itu drh. Dian mengimbau, agar para peternak selalu menjaga kebersihan kandang dan memerhatikan kesehatan hewan ternaknya.

Ia menambahkan dengan adanya wabah PMK saat ini, bukan berarti menyurutkan niat masyarakat untuk beribadah, berkurban dengan hewan-hewan ternak tersebut.

"Karena kurban ini adalah ibadah, maka dari itu dengan ketentuan dan penanganan tertentu kami juga mengedukasi ke DKM, RT/RW, puskesmas, dan lain-lain, bahwa saat pemotongan dan pengolahan daging kurban," pungkas drh. Dian.

BACA JUGA:Masakan Minang Pakai Daging Babi di Jakarta Bikin Heboh, Ini 5 Fakta Unik Nasi Padang

BACA JUGA:4 Cara Memilih dan Mengolah Daging yang Sehat agar Terhindari dari PMK

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini