Share

Mood Belajar Anak Turun Selama Pandemi? Kak Seto Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 612 2613780 mood-belajar-anak-turun-selama-pandemi-kak-seto-bagikan-cara-ampuh-mengatasinya-xCHqnCVYyM.jpg Ilustrasi cara tingkatkan mood belajar anak selama pandemi covid-19. (Foto: Haryudi/Sindo)

BANYAK orangtua mengungkap sulitnya meningkatkan mood atau suasana hati anak dalam belajar. Sebab di usia anak-anak yang masih sangat belia, mereka cenderung lebih cepat bosan.

Menerapkan konsep seperti pesawat terbang dalam keadaan darurat mendidik anak perlu dicoba oleh para orangtua. Situasi darurat layaknya akan ada alat bantu oksigen, dalam hal ini anak perlu diselamatkan.

Baca juga: Dokter Ungkap Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Bisa Terjadi Lebih Cepat, Ini Penyebabnya 

Guncangan yang timbul di dalam pesawat saat darurat ibarat situasi pandemi covid-19. Sehingga, kesehatan anak perlu diutamakan. Namun bukan hanya jasmani, kesehatan rohani dan sosialnya juga wajib diperhatikan.

"Paling penting pakai filosofi pesawat terbang kalau ada keadaan darurat. Udara kurang oksigen pakai alat turun. Disarankan orangtua membantu dulu. Setelah itu bisa membantu anak, sama juga dalam keadaan seperti guncangan karena harus jaga kesehatan anak dulu bukan hanya fisik saja tapi juga sehat mental dan sosial," tutur Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto saat ditemui di Jakarta, Jumat 17 Juni 2022.

Baca juga: Kabar Baik! FDA Izinkan Penggunaan Vaksin Moderna dan Pfizer untuk Bayi 6 Bulan 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa memahami potensi anak harus dipahami oleh para orangtua. Menurut Kak Seto, setiap anak memiliki potensi masing-masing, sehingga tidak bisa dipaksakan.

Kak Seto mengimbau orangtua berhenti membandingkan potensi setiap anak, sebab mereka memiliki potensinya secara autentik atau alami. Hal itulah yang harus didorong orangtua agar anak lebih semangat belajar.

"Dengan cara memahami potensi anak yang berbeda, di mana setiap anak memiliki kelebihan berbeda. Kelebihan yang autentik tidak bisa dibandingkan-bandingkan bahwa masa depan menurut anak yang disukai ya harus diakui," tukas Kak Seto.

Baca juga: Kak Seto Minta Masyarakat Percaya Pemerintah soal Vaksinasi Covid-19 

Baca juga: Kak Seto Mendukung Vaksinasi Covid-19 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini