Share

Bahaya! Dokter Reisa Sebut Varian BA.4 dan BA.5 Jadi Variant of Concern

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 481 2614661 bahaya-dokter-reisa-sebut-varian-ba-4-dan-ba-5-jadi-variant-of-concern-GIDPkCOhzB.jpg Dokter Reisa mengingatkan kewaspadaan Covid-19 (Foto: Okezone)

VARIAN baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 di Indonesia tengah diwaspadai karena bisa menyebabkan kenaikan kasus Covid-19.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, jika keduanya sudah dilebelkan sebagai variant of concern (VoC) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Ia menjelaskan, guna menghadapi kenaikan kasus Covid-19, bisa dengan vaksinasi booster. Menurutnya vaksin booster dapat menurunkan angka kesakitan dan kefatalan bila terinfeksi Covid-19.

"Mari saling bekerjasama dan bergotong- royong untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster untuk menghadapi covid-19 terutama dengan adanya variant of concern ini (BA.4 dan BA.5)," ujar dr Reisa Broto Asmoro di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (20/6/2022).

 varian baru Covid-19

Dia mengimbau agar masyarakat belajar dengan pengalaman sebelumnya, di mana pernah mengalami gelombang Covid-19 varian Delta dan Omicron. Dengan demikian, ia mengajak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti 3 M.

Menurutnya prokes mampu memberikan perlindungan kedua untuk melawan Covid-19. "karena mita harus belajar dari pengalaman bahwa dapat kita simpulkan bersama (3M). mulai Penggunaan masker dengan benar, mencuci tangan rutin, dan menjaga jarak," jelasnya

 BACA JUGA:Dokter Reisa: Varian BA.4 dan BA.5 Sebabkan Kenaikan Kasus di Berbagai Negara

"Kemudian vaksinasi booster dan melakukan gaya hidup sehat dan bersih, terbukti efektif sangat menekan penularan di tengah masyarakat," imbuhnya

Sekadar informasi, VoC adalah klasifikasi varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. Di mana Reisa juga mengungkapkan tingkat kematian dari varian BA.4 dan BA.5 sepersepuluh dari varian Omicron awal.

"Diketahui jumlah kematian yang diakibatkan sepersepuluh dibandingkan varian omicron awal. Hingga kini dari jumlah pasien yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, hanya ada 1 yang mengalami gejala sedang dengan keluhan batuk, sesak napas, sakit kepala, mual muntah dan nyeri perut," ungkap dr Reisa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini