Share

1 dari 5 Pria Meninggal Sebelum 65 Tahun, Kurangi Risikonya dengan 6 Hal Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 481 2614850 1-dari-5-pria-meninggal-sebelum-65-tahun-kurangi-risikonya-dengan-6-hal-ini-7E0QhOzdFX.JPG Ilustrasi (Foto: Freepik)

KAUM pria kerap dikaitkan sebagai individu yang kuat. Padahal, tahukah Anda ternyata hal ini jika dilihat dari angka harapan hidup adalah hal yang keliru.

Sebab, angka hidup pria secara universal lebih pendek daripada perempuan, dengan catatan satu dari lima orang pria meninggal sebelum berusia 65 tahun. Tercatat sebanyak 75 persen kematian dini akibat penyakit jantung, 67 persen pria alami kelebihan berat badan dan pria paruh baya dua kali lebih mungkin menderita diabetes dibandingkan perempuan.

Nah, agar terhindar dari bagian satu dari lima pria tersebut, yuk lakoni 6 hal yang bisa Anda, para pria lakukan untuk mengawasi kondisi kesehatan diri sendiri. Berikut ulasannya, sebagaimana tertera dalam Men's Health Forum yang berbasis di Inggris, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (21/6/2022).

1. Cek denyut nadi: Periksa rutin denyut nadi dengan meletakkan dua jari di pergelangan tangan. Ketahui denyut nadi saat kita istirahat dan saat berolahraga. Pahami perbedaannya, dan yang terpenting waktu yang diperlukan untuk kembali ke denyut nadi istirahat. Denyut jantung istirahat yang tinggi menunjukkan tingkat kebugaran yang buruk seperti halnya detak jantung yang tetap meningkat beberapa menit setelah aktivitas.

2. Pantau berat badan: Ukur perut pada titik terlebar, biasanya setinggi pusar. Jika jumlahnya lebih dari 94 sentimeter, Anda mungkin kelebihan berat badan, yang bisa membuat berisiko terkena penyakit kardiovaskular, diabetes, dan bahkan kanker. Jika lebih besar dari 101 sentimeter, ini dianggap obesitas. Segera temui dokter untuk konsultasi kesehatan.

3. Sadar perubahan kondisi tubuh: Coba rutin berkaca, untuk melihat adakah perubahan pada tubuh. Apakah ada yang berdarah, luka, atau bisa saj muncul benjolan? Cek juga apakah Anda menderita sesak napas atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan, terutama di daerah dada? Batuk terus-menerus? Keluar darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya, dan sebagainya. Hal seperti ini bisa saja memang bukan apa-apa, tapi bisa juga tanda penyakit serius.

4. Monitor intensitas buang air kecil dan buang air besar: Seberapa sering Anda harus buang air kecil? Apakah mengalir dengan mudah, atau malah sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari? Buang air kecil lebih sering atau kesulitan buang air kecil bisa menjadi gejala pembesaran prostat, yang belum tentu merupakan tanda kanker prostat. Sering buang air kecil lebih sering juga jadi salah satu sinyal diabetes.

5. Periksa tekanan darah: Kontrol sampai mana kisaran batas tekanan darah yang sehat, dan berusahalah untuk mencapainya. Bisa dengan menurunkan berat badan atau mengurangi asupan garam. Tekanan darah tinggi, hipertensi menimbulkan risiko banyak penyakit, termasuk stroke.

6. Cek testis: Saat mandi, rutinlah memeriksa kondisi testis Anda. Apakah ada benjolan, atau tetap normal seperti biasanya. Ingat, kanker testis ternyata lebih sering dialami pria muda, berusia 20-an hingga pertengahan 30-an loh! Jika terdeteksi lebih dini, masih sangat bisa untuk diobati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini