Share

Segera Tes Jika Alami Nyeri Tenggorokan Tiba-Tiba, Siapa Tahu Kena Varian BA.4 atau BA.5

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 481 2615477 segera-tes-jika-alami-nyeri-tenggorokan-tiba-tiba-siapa-tahu-kena-varian-ba-4-atau-ba-5-pNSVzXMK3B.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

KASUS varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia memang semakin banyak. Kasus konfirmasi positif Covid-19 tercatat naik 1.180 kasus per 20 Juni. Sehingga akumulasi positif Covid-19 sebanyak 6.069.255 kasus.

Dokter Erlina Burhan, SpP. mengatakan ada 57 kasus yang tercatat merupakan varian BA.4 dan BA.5. Dari data tersebut, gejala paling sering ditemukan adalah batuk. Hal tersebut disampaikan

"Dari temukan yang kami dapatkan di rumah sakit, dari 57 kasus BA.4 dan BA.5, gejala yang paling umum adalah batuk, nyeri tenggorokan, flu, dan batuk," kata dr Erlina saat diwawancarai di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

Gejala ini berbeda sekali dengan Omicron maupun Delta. Dijelaskan dr Erlina, pada kasus Omicron misalnya, pasien kebanyakan mengeluh hanya soal sakit tenggorokan. Lalu, pada kasus Delta, pasien banyaknya mengeluh demam tinggi.

Karena itu, dr Erlina sangat mengimbau kepada masyarakat yang sedang batuk untuk segera melakukan tes Covid-19. Ini penting supaya penanganan yang tepat bisa didapat pasien. "Jangan takut dites. Kalau sekarang lagi batuk atau nyeri tenggorokan, segera tes Covid-19 demi kebaikan Anda sendiri maupun orang sekitar," sarannya.

"Kami para dokter juga mengimbau agar masyarakat jangan nunggu sesak baru ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut. Intinya, kalau sudah batuk, ada flu dan batuk, segera tes dan mendapat penanganan dokter," tambah dr Erlina.

Dalam kesempatan itu, dr Erlina menjelaskan bahwa saat ini transmisi lokal BA.4 dan BA.5 sudah terjadi di Indonesia. Hal tersebut tergambarkan dari kasus Covid-19 yang didominasi oleh warga negara Indonesia, bukan warga negara asing lagi.

"Saat ini, kasus BA.4 dan BA.5 sudah banyak ditemukan pada WNI. Ini artinya sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia," paparnya.

Sebelumnya Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, per hari kini angka kasus positif baru sudah menembus lebih dari 1.000. Dia mengatakan subvarian baru BA. 4 dan BA.5 ini bahkan sudah termasuk dalam daftar varian yang perlu diwaspadai, alias sudah masuk sebagai variant of concern (VoC) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dokter Reisa mengingatkan, meski sebagian besar daerah di Indonesia berstatus PPKM level 1. Masyarakat tidak boleh lengah dan mengabaikan protokol kesehatan.Sebab, pada akhirnya ini akan berdampak langsung pada kenaikan angka kasus positif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini