Share

Dokter Spesialis Paru: Obat Varian BA.4 dan BA.5 Tak Berbeda dengan Varian Delta

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 481 2615536 dokter-spesialis-paru-obat-varian-ba-4-dan-ba-5-tak-berbeda-dengan-varian-delta-FbwDxZoyDa.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

VARIAN BA.4 dan BA.5 memang sangat rentan menular dan dapat menghindari antibodi tubuh kita. Meski demikian, mereka yang terpapar BA.4 dan BA.5 memang hanya mengalami gejala ringan.

Dokter Spesialis Paru dr Erlina Burhan, Sp.P menjelaskan, pasien BA.4 dan BA.5 kebanyakan tidak bergejala. Mereka yang menerima penanganan serius di rumah sakit hanya 2 persen dari total kasus yaitu 57 kasus.

Pasien BA.4 dan BA.5 yang dirawat di rumah sakit pun mendapat penanganan yang optimal, karena obat-obatan kini sudah tersedia dengan cukup baik. Artinya, pasien tidak perlu khawatir tidak ada obat untuk infeksi akibat BA.4 dan BA.5.

"Farmakologis atau obat-obatan yang dipakai untuk menangani pasien BA.4 dan BA.5 tidak berbeda jauh dengan penanganan infeksi Delta. Ini mengartikan rumah sakit kita sudah cukup mumpuni menangani pasien karena obat sudah tersedia," kata dr Erlina saat ditemui di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

Mereka yang dirawat di rumah sakit, kata dr Erlina, dipastikan pasien BA.4 dan BA.5 yang kondisinya dikategorikan sedang hingga berat. Sementara itu, pasien bergejala ringan atau bahkan tidak bergejala cukup isolasi mandiri di rumah bisa sembuh.

"Sebagian besar kasus itu bisa ditangani dengan isolasi mandiri di rumah. Karena itu, jangan takut memeriksakan diri terlebih belum mengalami perburukan gejala," saran dr Erlina.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang apakah karena penanganan penyakit yang lebih cepat dan mudah memungkinkan isolasi mandiri berjalan lebih sebentar?

Menurut dr Erlina, para dokter hingga sekarang masih mengacu pada durasi 10 hari untuk masa isolasi mandiri. "Belum pada perubahan walay dikatakan bahwa keparahan BA.4 dan BA.5 ini rendah," ungkapnya.

Durasi 10 hari dianggap masih ideal untuk isolasi mandiri, karena virus BA.4 dan BA.5 cepat sekali menyebar dan pada kasus-kasus di rumah sakit, pasien terpapar banyak virus di tubuhnya dilihat dari nilai CT-Value yang rendah. "Karena itu, tidak ada kebijakan yang memperpendek durasi waktu isolasi mandiri sekalipun virulensinya rendah," tambah dr Erlina.

Sekadar informasi, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, per hari kini angka kasus positif baru sudah menembus lebih dari 1.000 per harinya dengan kasus aktifnya capai 8.000 lebih.

Dia mengatakan subvarian baru BA. 4 dan BA.5 ini bahkan sudah termasuk dalam daftar varian yang perlu diwaspadai, alias sudah masuk sebagai variant of concern (VoC) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini