Share

Kasus BA.5 Lebih Banyak dari BA.4, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 481 2615539 kasus-ba-5-lebih-banyak-dari-ba-4-kok-bisa-mDDe24uGDr.jpg Varian BA.4 dan Varian BA.5 (Foto: Vitrosens biotechnology)

BERDASARKAN data yang disampaikan Dokter Erlina Burhan, Sp.P, kasus BA.5 lebih banyak ditemukan dibandingkan BA.4 di Indonesia. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Dijelaskan dr Erlina, itu bukan karena varian BA.5 lebih ganas dari BA.4, tetapi hanya karena temuan data sementara ini. Sebab, jika bicara BA.4 dan BA.5, keduanya punya karakter yang hampir mirip.

 varian BA.5

"Kalau ditanya kenapa BA.5 lebih banyak kasusnya dibandingkan BA.4, itu bukan karena BA.5 lebih ganas, tapi karena data yang terkumpul baru sementara ini dan mungkin itu terkumpul dari klaster yang itu-itu saja," terang dr Erlina di Kantor PB IDI, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Dokter Erlina menjelaskan, temuan BA.5 lebih banyak itu berasal dari klaster keluarga dan klaster umrah.

 BACA JUGA:Seberapa Efektif Vaksin Covid-19 Atasi Varian BA.4 dan BA.5?

Ia melanjutkan, jika data nantinya akan terkumpul lebih banyak, akan ada kemungkinan kasus varian BA.4 dan BA.5 jumlahnya sama banyak. "Data belum keluar semua. Ini harus jadi catatan," tegasnya.

BA.4 dan BA.5 sendiri merupakan subvarian Omicron yang saat ini sudah masuk ke dalam kategori variant of concern (VOC). Kedua subvarian tersebut pun mulai banyak ditemukan di Indonesia, hingga sekarang kasus yang tercatat sebanyak 57 kasus.

Subvarian Omicron tersebut punya karakter gampang sekali menyebar dan menginfeksi. Hal itu karena BA.4 dan BA.5 bukan hanya membawa mutasi Omicron utama, tapi juga memiliki mutasi Delta yang membuat keduanya mudah menginfeksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini