Share

Mencegah Migrain seperti yang Diderita Sarwendah, Coba Hindari Kopi dan MSG

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 481 2615944 mencegah-migrain-seperti-yang-diderita-sarwendah-coba-hindari-kopi-dan-msg-Pe71rVFAp4.jpg Sarwendah idap penyakit langka (Foto: inst)

MIGRAIN atau orang biasa mengenalnya dengan sakit kepala sebelah dapat muncul berjam-jam hingga berhari-hari. Karena rasa sakit yang bisa sangat parah, pada beberapa kasus bisa sampai bikin penderitanya sulit menjalani aktivitas.

Penyakit migrain ini yang dirasakan Sarwendah, istri Ruben Onsu. Ya, Sarwendah diketahui mengalami migrain beberapa hari terakhir yang membuatnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diketahui ada masalah di batang otak.

 Sarwendah

Migrain sendiri dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang tujuannya mencegah kemunculan migran ataupun mengurangi rasa sakitnya.

Tak hanya obat-obatan, penderita juga diminta untuk mengombinasikan terapi dengan perubahan gaya hidup.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Ahli Saraf dr Mursyid Bustami, Sp.S(K), sebagian migrain dapat disembuhkan dengan penanganan yang menyeluruh. Terapi migrain yang menyeluruh itu antara lain mengatur pola hidup, cukup istirahat, dan mengendalikan stres.

"Penderita migrain juga diharapkan bisa menghindari makanan tertentu seperti makanan yang mengandung aspartam, MSG, makanan tinggi tiramin dan tirosin," terangnya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (22/6/2022).

 BACA JUGA:Sarwendah Sering Migrain, Simak 4 Penyebab Sakit Kepala Sebelah Tersebut!

Tak hanya itu, penderita migrain juga harus menghindari makanan yang mengandung cokelat, keju, alkohol, minuman mengandung kafein, pun anggur merah.

"Ada beberapa obat yang dapat memicu migrain kambuh dan ini tentu perlu dihindari. Perlu konsultasi ke dokter untuk lebih jelasnya karena itu bersifat individual," ungkapnya.

Terkait dengan obat-obatan yang diberikan, pasien migrain, kata dr Mursyid, biasanya dokter akan memberikan obat sesuai dengan derajat keparahan migrainnya.

Di samping itu, lanjutnya, untuk mencegah kekambuhan migrain, penderita dapat juga diberikan obat profilaksis. "Pasien juga bisa menjalani cognitive behavioral therapy (CBT) untuk hasil yang lebih baik," tambah dr Mursyid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini