Share

Terjebak Hubungan Toxic, Salah Satu Penyebabnya Rasa Takut Kehilangan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 23:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 612 2616085 terjebak-hubungan-toxic-salah-satu-penyebabnya-rasa-takut-kehilangan-1cgjS4QMJ0.jpg Hubungan toxic (Foto: istock)

KADANG jika kita terlanjut mencintai dan terbiasa dengan seseorang maka rasa takut kehilangan sering muncul. Akibatnya kadang memilih tetap bertahan dan terus menjadi bucin dalam hubungan toxic, apakah kamu seperti itu?

Sejujurnya, cukup sulit berada pada hubungan toxic, namun juga sulit melepaskan. Ketika sudah mau melepaskan, pasti datang pikiran, “Tapi dia mencintaiku.”

Berjuang untuk mempertahankan hubungan toxic hanya akan menguras emosi dan pikiran. Kenapa ini bisa terjadi? Apa alasan terus mempertahankan hubungan yang tidak sehat?

Seperti dilansir dari Femina India, apa saja yang membuat kamu tetap bertahan dalam hubungan toxic? Mungkin ini sejumlah alasannya.

toxic relationship

1. Sangat takut kehilangan

Merasa sangat takut kehilangan membuat seseorang berpikir lebih keras tentang masa depan yang membuat putus asa. "Bagaimana jika saya tidak menemukan orang lain yang lebih baik?"

Ini adalah pertanyaan paling umum yang muncul dibenak kamu saat berpikir untuk melepaskan hubungan kalian. Selalu muak dengan tarik ulur, namun pada saat yang sama kamu mendambakan cinta yang nyata.

 BACA JUGA:Belajar dari Kasus Johnny Depp dan Amber Heard, Seperti Apa Sih Ciri Hubungan Toxic?

2. Takut sendirian

Kamu takut sendirian sehingga meskipun kamu tahu dia bukan orang yang baik, kamu tetap bertahan bersama dia. Kamu selalu berpikir tidak ada orang lain yang bisa kamu harapkan selain dia.

Ingat, banyak orang di luar sana yang bisa membantu kamu. Mungkin kamu tidak bisa langsung menemukan. Namun kamu harus berani hidup sendiri dan belajar mandiri, jangan tergantung kepada orang lain dan jangan takut.

3. Dia menjadi kebiasaanmu

Kamu seperti kecanduan dia dan hal lain menjadi tidak menarik di mata kamu. Kamu sudah terbiasa dengan segala perilakunya sehingga ketika ia melakukan hal yang tidak sewajarnya kepada kamu, kamu merasa itu hal yang biasa saja. Padahal perilakunya mungkin tidak baik.

4. Insecure

Jika kamu insecure, jangan beranggapan bahwa orang lain dapat merasakannya juga. Kamu belajar untuk mengobati insecure-mu, dengan cara belajar mencintai diri sendiri. Kalau perlu cari bantuan psikolog.

Pergilah backpacking ke pegunungan dan temukan kedamaian. Tak usah mengajak pacarmu karena kamu sedang belajar mandiri tanpa dia, hingga kamu bisa melepaskannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini