Share

Sering Dianggap Kutukan, Benarkah Vitiligo adalah Warisan Orangtua?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 481 2616582 sering-dianggap-kutukan-benarkah-vitiligo-adalah-warisan-orangtua-WLh8MbrpYp.jpg Ilustrasi Vitiligo. (Foto: Freepik)

BANYAK orang yang memiliki kondisi berbeda pada tubuhnya merasa tidak percaya diri, salah satunya adalah mereka yang mengalami Vitiligo. Vitiligo sendiri merupakan kondisi yang terjadi saat muncul bercak putih pucat di kulit disebabkan oleh kurangnya melanin dan pigmen.

Beberapa area yang kerap timbul Vitiligo adalah wajah, leher, tangan, dan di area lipatan kulit. Nah, memperingati Hari Vitiligo Sedunia yang jatuh pada 25 Juni nanti, digaungkan kampanye Selflove Movement, lantaran para vitiligan, sebutan bagi penderita Vitiligo, kerap mengalami ganguan psikilogis akibat perundungan.

Salah satu yang sering terjadi adalah anggapan bahwa vitiligo adalah kutukan. Penyakit yang menyerang tampilan kulit tersebut pun dipercaya bisa menurun dari orangtua. Benarkah dua pernyataan tersebut?

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK(K), menegaskan, dalam pandangan ilmiah dan dunia medis, tidak ada yang namanya penyakit kutukan. Artinya, vitiligo bukan kutukan. "Kami tidak percaya bahwa vitiligo ini adalah kutukan," terang dr Reiva di Webinar 'I'm Alive with Selflove' yang diinisiasi Regenesis, Rabu (22/6/2022).

Vitiligo

Mitos-mitos soal vitiligo semacam ini, kata dr Reiva, memang masih berkembang di masyarakat. Sayangnya, mitos tersebut bahkan sampai membuat penderita vitiligo tidak bisa hidup selayaknya manusia biasa.

Ia menjelaskan, ada satu penelitian yang dikerjakan di India menunjukkan salah satu desa di negara tersebut menganggap penderita vitiligo adalah sesuatu yang salah. Penderita vitiligo pun akhirnya dikucilkan.

"Penduduk desa itu dikucilkan dan dijauhkan dari masyarakat. Mereka tidak boleh kawin dan tinggal di hutan. Mitos soal vitiligo memang berkembang di masyarakat dan menyebabkan hal tersebut," papar dr Reiva.

"Artinya, mitos soal vitiligo ini masih berkembang di masyarakat dan sayangnya membuat penderita tidak bisa hidup normal. Meski sekarang semakin banyak orang yang terbuka dan teredukasi soal penyakit itu, salah satunya karena ada beberapa model yang bangga dengan vitiligonya," terangnya.

Nah, bagaimana dengan pernyataan vitiligo bisa diturunkan orangtua? Menurut dr Reiva, pernyataan tersebut pun tidak benar. Vitiligo tidak diturunkan oleh orangtua.

"Vitiligo tidak diturunkan orangtua. Tapi, autoimun yang dialami si orangtua, bisa saja menurun ke anaknya dan mungkin saja autoimun yang diturunkan itu menyebabkan vitiligo," ungkapnya.

Ya, kebanyakan kasus vitiligo berasal dari autoimun. Karena autoimun bisa menurun dari orangtua, artinya kemungkinan si anak mengalami vitiligo akan tergantung dari autoimun yang diturunkan.

"Jadi, kalau secara langsung diturunkan itu tidak. Tapi, kalau autoimun yang diturunkan orangtua bisa menyebabkan vitiligo, kemungkinan bisa," tambah dr Reiva.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini