Share

13 Penyebab Kenapa Muncul Benjolan di Leher, Bisa Jadi Gejala Kanker Lho!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 481 2617271 13-penyebab-kenapa-muncul-benjolan-di-leher-bisa-jadi-gejala-kanker-lho-FasTW5ZLj2.jpg 13 Penyebab Kenapa Muncul Benjolan di Leher (Foto: Healthline)

13 PENYEBAB kenapa muncul benjolan di leher akan dibahas dalam artikel ini. Benjolan di leher bisa disebabkan oleh berbagai hal. Sebagian besar benjolan di leher sebenarnya tidak berbahaya, jinak, atau tidak bersifat kanker.

Namun, benjolan di leher juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pertumbuhan kanker. Benjolan di leher ukurannya bisa bervariasi, tergantung jenis dan penyebabnya. Bila Anda memiliki benjolan di leher, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Nah, berikut ini 13 penyebab kenapa muncul benjolan di leher, seperti dirangkum dari Healthline, Jumat (24/6/2022).

Mononukleosis

13 Penyebab Kenapa Muncul Benjolan di Leher

(13 Penyebab Kenapa Muncul Benjolan di Leher, Foto: Healthline)

Penyebab di urutan pertama adalah mononukleosis atau demam kelenjar. Mononukleosis biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) dan terjadi pada remaja seperti siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi. Gejalanya sendiri meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, keringat malam, dan nyeri tubuh.

BACA JUGA : Menu Diet Harian Sehat, Konsumsi 4 Buah Ini Bantu Kontrol Hormon Tiroid

Nodul tiroid

Nodul tiroid merupakan benjolan padat atau berisi cairan yang berkembang di kelenjar tiroid. Ini biasanya tidak berbahaya, tetapi mungkin merupakan tanda penyakit seperti kanker atau disfungsi autoimun. Gejalanya yakni kelenjar tiroid yang bengkak atau kental, batuk, suara serak, nyeri di tenggorokan atau leher, kesulitan menelan atau bernapas.

BACA JUGA : Rima Melati Sempat Mengalami Dekubitus, Bagaimana Cara Perawatannya?

Gondok

Penyebab berikutnya yakni gondok. Gondok adalah pertumbuhan abnormal kelenjar tiroid yang umumnya jinak atau terkait dengan peningkatan atau penurunan hormon tiroid.

Tonsilitis

Tonsilitis atau radang amandel adalah infeksi virus atau bakteri pada kelenjar getah bening tonsil. Gejalanya meliputi sakit tenggorokan, kesulitan menelan, demam, menggigil, sakit kepala, bau mulut, hingga amandel yang bengkak, berbintik-bintik putih atau kuning.

Limfoma Hodgkin

Berikutnya yakni limfoma hodgkin. Gejala yang paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit. Selain itu, gejala yang mungkin muncul yakni keringat malam, kulit gatal, atau demam yang tidak dapat dijelaskan, hingga penurunan berat badan, lelah, serta batuk terus menerus.

Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin merupakan kanker yang bermula di sistem limfatik. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak limfosit normal, sejenis sel darah putih. Gejalanya meliputi demam, keringat malam, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Gejala lain yang mungkin termasuk pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati, pembesaran limpa, ruam kulit, gatal, kelelahan, dan pembengkakan perut.

Gondongan

Gondongan adalah penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh virus gondongan. Ini menyebar melalui air liur, sekret hidung, dan kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi. Gejalanya yakni demam, kelelahan, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Penyakit ini bisa berkomplikasi menjadi radang testis, radang ovarium, meningitis, ensefalitis, pankreatitis, dan gangguan pendengaran permanen. Gondongan bisa dicegah atau dikurangi risikonya dengan vaksinasi.

Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening menjadi bengkak sebagai respons terhadap penyakit, infeksi, obat-obatan, dan stres, atau, lebih jarang, kanker dan penyakit autoimun. Ciri-cirinya yakni benjolan kecil, keras, berbentuk kacang dan muncul di ketiak, di bawah rahang, di sisi leher, di selangkangan, atau di atas tulang selangka.

Lipoma

Penyebab benjolan di leher lainnya yakni lipoma. Ini merupakan benjolan lemak yang paling sering muncul di antara kulit dan lapisan otot. Lipoma tumbuh secara lambat dan biasanya tidak berbahaya.

Rubella

Rubella juga bisa menjadi penyebab benjolan di leher. Gejala rubella atau infeksi campak Jerman ini di antaranya ruam merah, demam ringan, pembengkakan kelenjar getah bening, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata meradang atau merah.

Faringitis

Faringitis adalah peradangan di bagian belakang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyakit inilah yang menyebabkan gejala-gejala seperti tenggorokan sakit, kering, atau gatal disertai dengan gejala lain yakni demam, menggigil, nyeri tubuh, hidung tersumbat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, batuk, kelelahan, atau mual.

Kanker tiroid

Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi tidak normal dan mulai tumbuh di luar kendali. Gejala kanker tiroid yang perlu diwaspadai yakni benjolan di tenggorokan, batuk, suara serak, nyeri di tenggorokan atau leher, kesulitan menelan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, kelenjar tiroid bengkak atau kental.

Kanker tenggorokan

Di urutan terakhir ada kanker tenggorokan. Kanker ini biasanya terjadi pada orang dengan riwayat merokok, penggunaan alkohol berlebihan, kekurangan vitamin A, paparan asbes, HPV oral, dan kebersihan gigi yang buruk. Gejalanya yakni perubahan suara, kesulitan menelan, penurunan berat badan, sakit tenggorokan, batuk, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mengi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini