Share

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Dokter Paru Jelaskan Biang Keroknya!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 481 2617349 kualitas-udara-jakarta-terburuk-di-dunia-dokter-paru-jelaskan-biang-keroknya-AhOiDZIcab.jpg Udara Jakarta terburuk dunia (Foto: Okezone)

KUALITAS udara di Jakarta sering tercatat menjadi yang terburuk di dunia. Hal ini berdasarkan data kualitas udara (air quality index/AQI) dari situs IQAir.

Buruknya kualitas udara akibat peningkatan konsentrasi PM 2.5 yang menempatkan Jakarta masuk kategori kota dengan kualitas udara yang terburuk di dunia.

 polusi udara

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) mengatakan, kualitas udara di Kota atau wilayah terjadi fluktuasi. Menurutnya, sumbangan polusi di DKI Jakarta dari transportasi dan disusul oleh industri di kawasan.

"Sumbangan polutan dari transportasi menurut data adalah sumber yang terbanyak di DKI. Kemudian industri-industri daerah penyangga sekitar DKI," kata dr Agus, Jumat (24/6/2022)

Sehubungan dengan itu, ia mengatakan bahwa kadar polutan di Jakarta sudan melewati batas dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Membutuhkan komitmen bersama, dikatakan dari masyarakat, pemerintah daerah, industri dan lainnya.

Menurutnya peran semua pihak, bisa mengubah kualitas udara di Jakarta. "Ya memang ada hari-hari dimana kadar polutan di Jakarta melebihi nilai ambang batas WHO. Parameternya jelas kok dari nilai PM 2.5," katanya

 BACA JUGA:Hati-Hati, Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Loh

"Butuh komitmen semua pihak termasuk pemda, masyarakat pengguna kendaraan, industri dll,... supaya kualitas udara jakarta menjadi lebih baik," jelas dr Agus

Kualitas udara buruk juga dibenarkan oleh Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko di mana ia mengatakan terjadi lonjakan PM 2.5 di Jakarta.

"Khusus pada beberapa hari terakhir PM 2.5 mengalami lonjakan peningkatan konsentrasi dan tertinggi berada pada level 148 µg/m3. PM 2.5 dengan konsentrasi ini dapat dikategorikan dalam kategori kualitas udara tidak sehat,” ungkap Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dikutip dari keterangan resminya.

Perlu diketahui, PM 2.5 merupakan polutan udara dalam wujud partikel ukuran yang sangat kecil, yaitu tidak lebih dari 2,5 µm (mikrometer). Di mana PM 2.5 dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan, dan menyebabkan gangguan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pada paru-paru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini