Share

Wanita Cantik Tewas Overdosis Silikon, Ini Bahayanya Jika Tak Dilakukan Dokter!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 481 2617439 wanita-cantik-tewas-overdosis-silikon-ini-bahayanya-jika-tak-dilakukan-dokter-7hPXHzhtKl.jpg Wanita tewas akibat overdosis silikon (Foto: Freepik)

SEORANG wanita cantik berusia 22 tahun tewas di apartemen kawasan Cipulir, Jakarta Selatan setelah mengalami overdosis silikon.

"Adapun dalam sekali proses suntikan ada 15 suntikan itu, itu sekali pengerjaan tarifnya Rp2,5 juta," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto pada wartawan, Rabu (22/6/2022).

 suntik silikon

Wah, ternyata suntik silikon dilakukan bukan ahlinya sangat berbahaya ya. bahkan bisa menghilangkan nyawa.

Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) mejelaskan, bahaya pengunaan silikon cair yang disuntikkan dalam tubuh.

“Dalam beberapa kasus yang saya tangani, banyak yang gagal. Setidaknya saya menerima keluhan ini setiap dua minggu sekali, ada satu pasien,” kata Ketua PERAPI Cabang Sumatera Utara, dr Frank Bietra Buchari.

Menurut dr Frank, pada umumnya para pasien yang melaporkan itu karena gagal dalam operasi plastik untuk mempercantik hidung, bibir, dagu, dan payudara.

Pengakuan para pasien itu, lanjut dr Frank, kegagalan dalam operasi plastik itu lantaran ketidakpahaman mereka atas penggunaan silikon dalam bedah plastik dan perawatan kecantikan. Selain itu, lantaran banyaknya tawaran bedah plastik murah dari dokter-dokter kecantikan palsu.

“Meski murah, silikon yang digunakan itu berbahaya. Apalagi silikon cair yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam praktik dunia kedokteran. Warga harus hindari penggunaan silikon cair dalam tubuh karena sangat berbahaya bagi kesehatan, ” ujarnya.

Silikon cair atau polimer, jelas dr Frank, penggunaannya hanya untuk oli, lem, dan dot botol. “Menyuntikkan silikon cair dalam tubuh manusia akan menyebabkan infeksi, peradangan, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jangan pernah gunakan silikon cair dalam tubuh, bisa juga menyebabkan kematian,” lanjutnya.

Menurutnya, dewasa ini dunia kedokteran modern, bedah plastik menggunakan silikon padat, atau silikon gel. Implan menggunaan silikon jenis padat dan gel ini, tidak memberi reaksi berarti pada tubuh.

“Itu pun harus dilakukan dokter ahli bedah plastik yang dipercaya. Tidak semua dokter boleh melakukan bedah plastik. Cek apakah dokter tersebut terdaftar menjadi anggota PERAPI atau tidak. Kalau tidak, itu yang berisiko,” sambung Wakil Ketua PERAPI Pusat, dr Irena Sakura Rini MARS, SpBP-RE.

“Jika seorang dokter spesialis bedah plastik bergabung dengan PERAPI, secara otomatis ia diidentifikasi dokter yang berkualitas karena itu diperoleh dari proses ketat. Jadi, jangan asal percaya pada dokter yang bisa lakukan operasi plastik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini