Share

Virus CMV Jadi Dalang Penyebab Hepatitis Akut Misterius?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 481 2617680 virus-cmv-jadi-dalang-penyebab-hepatitis-akut-misterius-KC3SDpv25U.JPG Ilustrasi virus (Foto: Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan RI mengungkap data terbaru dari 16 kasus probable hepatitis akut di Indonesia.

Dari laporan tersebut, ditemukan 4 dari 16 kasus probable hepatitis akut ternyata positif virus CMV atau Cytomegalovirus. Virus CMV sendiri memang dianggap sebagai salah satu penyebab hepatitis akut.

"Sebanyak 25% kasus probable hepatitis akut yang teridentifikasi di Indonesia positif virus CMV," kata Juru Bicara Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril saat konferensi pers virtual, Jumat (24/6/2022).

Selain virus itu, ada juga adenovirus maupun enterovirus yang mana kedua jenis virus itu pun ditemukan pada kasus probable di Indonesia.

(Foto: Kemenkes RI)

Sementara itu, kasus lainnya itu meliputi 2 pasien probable diketahui positif EBV atau Epstein Barr Virus, 1 positif HSV 1 atau Herpes simplex virus 1, 1 positif HHV 6A atau human beta herpesvirus 6A, 1 positif HHV1 atau human Alphaherpesvirus 1, 1 positif Enterovirus, 1 positif Rotavirus, dan 1 positif Adenovirus.

Meski demikian, Ahli Kesehatan Anak sekaligus komite ahli yang mengawal hepatitis akut di Indonesia, dr Hanifah Oswari, Sp.A(K), menjelaskan bahwa sekalipun kasus terbanyak probable hepatitis akut ada positif virus CMV, tapi itu tidak menyatakan bahwa penyebab misterius hepatitis akut adalah virus CMV.

"Sekalipun ditemukan 25 persen positif CMV pada kasus probable hepatitis akut, itu belum berarti virus tersebut penyebabnya, bisa saja ini co-efidence atau kejadian yang dilaporkan bersamaan," paparnya.

BACA JUGA:Apa Patogen Terbanyak Ditemukan dari Pasien Hepatitis Akut Misterius?

BACA JUGA:Update! Hepatitis Akut Misterius Bertambah Jadi 70 Kasus

Ia menambahkan, virus CMV memang bisa menyebabkan kulit bayi menguning. Virus ini juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan di otak dan kelainan di mata dan pendengaran.

"Virus CMV banyak ditemukan di masyarakat. Saat seseorang kontak erat dengan cairan yang terkontaminasi virus CMV, ya, proses penularan bisa terjadi. Cairan itu bisa air liur, darah, tinja, ataupun hubungan seksual," lanjutnya lagi. 

Maka dari itu, mengingat virus CMV ini banyak ditemukan di kasus probable hepatitis akut, diimbau masyarakat perlu mewaspadainya juga, terutama bagi anak-anak, bayi, ataupun orang dengan terapi kanker atau yang melakukan transplantasi.

"Virus CMV ini perlu jadi perhatian kita bersama," tegas dr. Hanifah

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini