Share

Jajan PSK Sembarangan, Pria Ini Didiagnosis Kencing Nanah Ekstrem

Muhammad Sukardi, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 612 2618259 jajan-psk-sembarangan-pria-ini-didiagnosis-kencing-nanah-ekstrem-R8sko0kvoW.jpeg Ilustras Penyakit Kelamin i. (Foto: Shutterstock)

SEORANG pria Australia berusia 50 tahun didiagnosis 'super-gonore' atau kencing nanah ekstrem usai berhubungan seks dengan PSK di Kamboja. Kasusnya dianggap luar biasa dan dijadikan studi yang hasilnya sudah diterbitkan dalam jurnal Eurosurveillance.

Diketahui, pria Australia itu berhubungan seks dengan PSK tanpa menggunakan kondom. Perilaku seks tidak sehat tersebut dinilai sebagai penyebab utamanya. Perlu diketahui, penderita gonore biasanya diberikan obat antibiotik berupa ceftriaxone, yang pada kasus tertentu kerap dikombinasikan dengan azitromisin untuk menghilangkan gejala penyakit. 

Nah, di kasus pria Australia ini strain gonore-nya resisten terhadap ceftriaxone dan azitromisin. Bahkan, pria itu resisten juga terhadap sejumlah antibiotik lain seperti cefixime, cefotaxime, ciprofloxacin, dan tetrasiklin.  

Menahan Kencing

Diberitakan laman Newsweek, pria Australia yang identitasnya dirahasiakan itu awalnya pergi ke ahli urologi 5 hari setelah berhubungan seks dengan PSK di Kamboja. 

Ia merasa perlu datang ke dokter urologi karena mengeluh buang air kecil yang menyakitkan dan keluar cairan dari uretra. Pemeriksaan medis dilakukan dan dia didiagnosis gonore. Dokter pun meresepkan obat antibiotik untuk diagnosanya tersebut. 

Namun, 2 minggu setelah berobat, meski gejalanya mereda dan hasil kultur swab yang diambil dari uretra, dubur, dan faring menunjukkan negatif bakteri, tes PCR yang dilakukan pada sampel uretra menyatakan dirinya tetap positif gonore. 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Berdasar hasil pemeriksaan lebih lanjut, pria Australia itu ternyata memiliki jenis gonore yang resisten terhadap obat. Jenis tersebut kerap disebut dengan 'WHO Q' yang sebelumnya dikaitkan dengan 3 kasus gonore pada 2018. Semuanya ditemukan dari Asia Tenggara. 

Setelah hasil tes baru keluar, terapi obat yang diberikan ke pria Australia itu ditambahkan asam amoksisilin-klavulanat selama 7 hari. Setelah perawatan ini, pria tersebut dinyatakan bebas gonore dari hasil tes kultur swab negatif N. gonorrhoeae. Karena sudah negatif, tim medis tidak melakukan tes PCR. 

"Peningkatan pencegahan termasuk pakai kondom, diagnosis dini dan akurat, serta pengobatan yang efektif, terjangkau, dan dapat diakses dengan mudah, pada kasus gonore itu sangat penting," kata penulis studi, dikutip MNC Portal, Sabtu (25/6/2022). 

Selain itu, peneliti juga mengimbau agar dilakukan peningkatan pengawasan resistensi antimikroba termasuk uji tatalaksana pengobatan dan sekuensing seluruh genom secara nasional maupun internasional perlu dilakukan di Asia, karena kasus strain resisten ceftriaxone banyak ditemukan di sana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini