Share

15 Tahun Berkarya, Phillip Iswardono Pamerkan Koleksi Serba Lurik Bergaya Kekinian

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 194 2618709 15-tahun-berkarya-phillip-iswardono-pamerkan-koleksi-serba-lurik-bergaya-kekinian-nI60aGx9Cv.jpg Fashion Show Keindahan Lurik Karya Phillip Iswardono (Foto: Intan Afika/MPI)

CINTA dan kesetiaan, bagaikan dua sisi mata uang. Tak dapat dipisahkan, saling melengkapi dan menguatkan untuk menghadirkan makna. Dari dua kata itulah, Phillip Iswardono eksis di dunia rancang busana dan industri fashion Indonesia.

Untuk merayakan 15 tahun kiprahnya di dunia fashion, Phillip menggelar fashion show tunggal bertajuk 'Phillip's 15 Years Journey Love, Loyalty, Dedication' di Candhari Heaven, Prambanan, Sleman, pada Sabtu (25/6/2022). Beragam busana dari kain lurik pun turut diperagakan.

Fashion Show Lurik

Menariknya, Phillip juga meluncurkan buku karya perdananya bertajuk 'LARIK LURIK Menuju Wastra Setara' dalam kesempatan ini. Buku itu mengisahkan perjalanan Phillip sebagai seorang fashion desainer.

BACA JUGA : Perbedaan Makna Antara Kain Lurik dan Batik

Philip mengaku jatuh cinta pada lurik sejak 10 tahun lalu. Menurutnya, kain lurik memiliki latar belakang dan tradisi unik yang tak kalah menarik untuk dikulik dibandingkan batik. Banyak yang tak tahu bahwa kain lurik adalah wastra tertua di Indonesia.

BACA JUGA : Hadiri Fashion Show Phillip Iswardono, Donny Damara Tampil Menawan Pakai Kain Batik

Bahkan, para ningrat kerap memakainya. Philip mengatakan, zaman dulu lurik dipakai para ningrat di njeron beteng atau wilayah di sekitar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pelopornya adalah Sri Sultan HB VII.

"HB VII adalah HB yang fashionable, ia memakai lurik untuk naik kelas, jadi baju kebesaran di dalam beteng atau untuk ningrat. Maka dari itu lurik ini harus disetarakan dengan kain wastra lainnya," ujarnya.

Fashion Show Lurik Phillip Iswardono

Cinta dan kesetiaan Philip pada kain lurik mengantarkannya pada rasa cemburu kepada wastra lain yang terkesan lebih soroh. Oleh karena itu, dalam show pagelaran tunggal ini ia menampilkan 72 busana yang terbagi menjadi 2 sequence, guna mengenalkan eksistensi lurik pada generasi muda.

Pertama, koleksinya bertema 'Indonesian Culture', yakni busana siap pakai hasil eksplorasi kain-kain wastra Indonesia seperti lurik, tenun ikat, dan batik. Gaya layering dan draperi (lipitan yang dibiarkan menjuntai) yang menjadi ciri khas Phillip tampil dalam beragam warna dan gaya sarung untuk pria dan wanita.

Outer dan berbagai modifikasi gaya kimono look pun tampak mendominasi koleksi pada sequence pertama. Campuran warna tradisional serta eklektik menjadi ciri khas Phillip dalam koleksi ini.

Fashion Show Phillip Iswardono

Sequence kedua bertema 'Two World United', Philip menonjolkan busana out of the box, yakni koleksi yang menggambarkan warna-warna favorit Wim van Kuijk, yaitu oranye dan pink. Dalam rangkaian koleksi kedua ini tidak ada unsur warna tradisional satu pun. Total ada 36 rancangan dengan sentuhan western look.

Phillip Iswardono

Fashion show tunggal Philip ini secara khusus juga dipersembahkan sebagai penghormatan untuk almarhum Wim van Kuijk. Wim merupakan sosok penting di balik perjalanan Philip di dunia rancang busana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini