Share

Gali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Beri Contoh Langsung

Syifa Fauziah, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 612 2619039 gali-minat-dan-bakat-anak-sejak-dini-orang-tua-perlu-beri-contoh-langsung-yQSrec0gxz.jpeg Gali minat dan bakat anak, (Foto:MPI/Syifa)

PADA dasarnya setiap anak memiliki minat dan bakat masing-masing. Minat sendiri merupakan, dorongan psikologis yang bisa membuat anak merasa terpacu, semangat dan senang. Sementara bakat merupakan suatu kemampuan yang bersifat bawaan untuk melakukan sesuatu secara optimal

Walaupun keduanya ada dalam diri si anak, namun kedua hal tersebut belum tentu dapat berkembang jika tidak diketahui oleh dirinya sendiri. Dikatakan oleh Psikolog, Febria Indra Hastati, M.Psi, dari Brawijaya Clinic Kemang, bahwa minat dan bakat idealnya memang harus berjalan beriringan.

"Bakat dan minat ini bergantung pada potensi diri anak. Ketika dikembangkan dan distimulasi secara tepat akan mencapai keberhasilan yang luar biasa. Untuk mencapai itu, orang tua harus tahu bakat anak agar sesuai dengan yang disukai anak," ujar Febria dalam acara Community Week Festival  yang digelar di Pendopo, Mall Living World Alam Sutera, Tangerang, baru-baru ini.

Sayangnya, kata Febria banyak orang tua yang bingung dengan bakat yang dimiliki sang anak. Menurutnya ada beberapa macam cara yang bisa dilakukan orang tua agar bisa mengenali bakat anak, yakni dengan mengamati, memberi pengalaman kepada anak, dan juga membandingkan.

 

(Foto: MPI/Siska)

"Orang tua bisa mengamati anak ini kecenderungannya lebih kemana. Apakah lebih suka mewarnai, menggambar, menyanyi, atau yang lainnya. Setelah mengetahui, orang tua perlu memberi pengalaman, misalnya mengajak anak untuk ikut event mewarnai dan lain sebagainya sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan si anak," lanjutnya.

Febria menambahkan, setelah itu para orang tua bisa membawa anak ke psikolog untuk melihat apa bakat anak yang sesungguhnya. Nantinya psikolog, sebagai tenaga ahli akan membandingkan apa penilaian dari orang tua dan bakat anak sesungguhnya.

"Jadi yang mengenali bakat anak itu tidak luput dari sifatnya yang subjektif. Ada orang tua yang menilai tinggi ada juga yang menilai rendah anaknya. Hal itu membuat perlu adanya penengah yang menilai secara objektif apa yang diinginkan anak," saran Febria.

BACA JUGA:4 Tips Sukses Berkarier di Dunia Agency, Yuk Disimak

BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Minat Kerja di Industri Animasi? Intip Tipsnya!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini