Share

Soal Pelabelan BPA, Tugas BPOM Lindungi Kesehatan Masyarakat

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 612 2621327 soal-pelabelan-bpa-tugas-bpom-lindungi-kesehatan-masyarakat-s87PCWY4do.jpg Pelabelan BPA pada air kemasan (Foto: Freepik)

KEPALA BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, pelabelan BPA dibutuhkan supaya masyarakat mendapatkan informasi produk yang mereka konsumsi. Hal ini penting demi menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut BPOM, penelitian dan riset mutakhir di berbagai negara, termasuk Indonesia, menunjukkan BPA bisa memicu perubahan sistem hormon tubuh dan memunculkan gangguan kesehatan termasuk kemandulan, penurunan jumlah dan kualitas sperma, feminisasi pada janin laki-laki, gangguan libido dan sulit ejakulasi.

 gangguan kesuburan

Paparan BPA juga disebutkan bisa memicu gangguan penyakit tidak menular semisal diabetes dan obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker prostat dan kanker payudara. Sementara pada anak-anak, paparan BPA dapat memunculkan gangguan perkembangan kesehatan mental dan autisme. Oleh karena itu perlu ada pelabelab risiko BPA.

Sementara itu, Pakar Hukum Unpad Mursal Maulana menjelaskan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebaiknya tidak terburu-buru dalam menilai rencana BPOM membuat peraturan terkait pelabelan BPA.

"Kesehatan publik merupakan isu pelindungan hak asasi manusia. Karena itu, BPOM sesuai amanat konstitusi perlu mengeluarkan kebijakan tersebut. Tugas BPOM memproteksi kesehatan masyarakat bersifat mandatory, atau diwajibkan karena amanat Konstitusi sebagai perwujudan pemenuhan hak asasi manusia,” katanya.

“Isu kesehatan publik dan kebijakan kompetisi memiliki dua objek yang berbeda. Jadi menurut saya, ini persoalan koordinasi di antara lembaga negara. KPPU justru sebaiknya berkoordinasi dengan BPOM dan melakukan kajian bersama,” ungkap Mursal.

Mursal mengakui isu kesehatan publik acapkali bersentuhan dengan isu persaingan usaha, seperti dalam rencana BPOM menerapkan peraturan pelabelan BPA. “Apalagi saat ini peraturan BPOM itu masih dalam bentuk rancangan,” katanya.

 BACA JUGA:Penggunaan Ganja untuk Medis Tunggu Keputusan BPOM

“Jika yakin ini murni untuk melindungi kesehatan masyarakat, apalagi sudah melakukan riset saintifik tentang dampak BPA, BPOMbisa tetap menerapkan kebijakan tersebut karena ini amanat Konstitusi,” tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini