Share

Hidari Cedera saat Main Badminton, Begini Tips Memilih Sepatu dan Raket bagi Pemula

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 612 2621987 hidari-cedera-saat-main-badminton-begini-tips-memilih-sepatu-dan-raket-bagi-pemula-g0qEjLACUD.jpg Ilustrasi Badminton. (Foto: Shutterstock)

BEROLAHRAGA memang penting dilakukan paling tidak 150 menit dalam seminggu atau 30 menit selama 5 hari dalam seminggu. Tapi, berolahraga sembarangan malah bisa membuat orang cedera, oleh karena itu perlu pemanasan dan pendinginan yang tepat.

Salah satu olahraga yang tengah booming saat ini adalah badminton. Meskipun tidak ada kontak fisik dengan lawan, tapi bermain badminton yang salah juga bisa membuat seseorang cedera.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine, Injury, Recovery Center (SMIRC) dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya menuturkan, mempersiapkan tubuh berolahraga dan beradaptasi dengan intensitas permainan adalah cara terbaik untuk mencegah cedera.

Badminton

Tak hanya itu, latihan kekuatan otot dan latihan fleksibilitas juga penting dalam mencegah cedera. Penting bagi pemain badminton untuk punya kekuatan otot dan fleksibilitas yang baik untuk mencegah terjadinya cedera.

Sepatu yang tepat pun dapat mengurangi risiko cedera. Sepatu badminton secara khusus dibuat untuk meredam guncangan sehingga dapat mencegah cedera pada tempurung lutut dan tulang kering.

Sepatu yang dipilih juga sebaiknya cukup ringan dengan cushion yang baik untuk dapat melindungi ankle, dan juga memiliki sol anti selip untuk mencegah jatuh karena terpeleset.

Selain sepatu, memilih raket juga tak bisa sembarangan. Berat raket harus disesuaikan dengan kemampuan dan fisik tubuh. Raket dengan berat ringan dapat mengurangi risiko cedera bahu.

Ukuran pegangan raket yang terlalu kecil menyebabkan pemain harus menggenggam lebih keras dan meningkatkan strain pada otot sekitar pergelangan tangan. Sedangkan pegangan yang terlalu besar juga membuat pemain tidak leluasa menggerakkan raket. Tingkat ketegangan senar dan jenis senar pun berpengaruh.

Kesehatan dan usia menjadi patokan dalam menyesuaikan intensitas permainan. Sesuaikan intensitas permainan dengan kondisi tubuh masing-masing. Selain itu, lakukan rehabilitasi cedera olahraga sampai tuntas untuk meminimalisir cedera berulang sebagai bentuk cara pencegahan sekunder.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini