Share

Akhir Pekan, Coba Ajarkan Anak Berenang Pakai Tips Ini

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 612 2622074 akhir-pekan-coba-ajarkan-anak-berenang-pakai-tips-ini-HQxEHwMaUn.jpg Ilustrasi Mengajarkan Anak Berenang. (Foto: Shutterstock)

AKHIR pekan ini memang saat yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Nah, jika bingung mau kemana, kenapa tidak coba ke kolam renang saja sambil mengajarkan si kecil berenang.

Anak-anak dapat diajarkan berenang mulai dari di luar air atau di luar kolam renang terlebih dulu, sebelum dilatih di kolam renang langsung. Kemampuan ini dapat membantu melindungi anak dari risiko tenggelam yang rentan terjadi pada usia 1-4 tahun.

Berenang pun bisa menjadi salah satu pilihan olahraga untuk meningkatkan kekuatan tubuh anak. Setelah anak berlatih di luar kolam renang, Anda dapat mulai membawanya berlatih di air atau kolam renang. Jika Anda ingin cara cepat mengajari anak berenang, Anda tetap harus memperhatikan kematangan serta kesiapan si Kecil.

Penting juga untuk memperhatikan aspek lainnya saat melatih anak berenang, seperti keamanan dan keselamatan. Hal lain yang perlu diingat adalah, pastikan proses belajar berenang terasa menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak.

Berikut adalah sembilan cara mengajarkan anak berenang yang dapat Anda terapkan:

Mengenalkan Air pada Anak

Kenyamanan anak di dalam air menjadi faktor yang harus dipertimbangkan orang tua untuk melihat kesiapan si Kecil belajar berenang. Untuk itu, mengenalkan anak pada air secara menyenangkan adalah salah satu cara melatih anak berenang di tahap awal.

Anda dapat mengisi gelas kecil dengan air hangat (suam-suam kuku). Tuangkan air tersebut sedikit demi sedikit ke kepala dan bahu anak. Ini akan membantu anak terbiasa dengan kondisi air dan suhunya. Anda juga bisa membuat aktivitas mandi, menyiram tanaman, atau mencuci mobil menjadi menyenangkan.

Anak Berenang

Bermain Air Saat Mandi

Cara mengajarkan anak berenang pada tahap awal yang efektif adalah dengan membuat aktivitas mandi menyenangkan. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dengan air.

Anda dapat mengajari anak trik-trik sederhana yang bisa dilakukan dengan air. Misalnya, meniup gelembung di dalam air atau sekadar mencipratkan air ke sekeliling. Selain itu, Anda dapat mengajarkan keselamatan dan keamanan ketika melakukan aktivitas di air.

Berikan pemahaman kepada anak bahwa ia tidak boleh melakukan aktivitas di air tanpa pengawasan dari orang dewasa, untuk berhati-hati jika berada di sekitar kolam renang, dan untuk memanggil bantuan jika melihat ada orang yang butuh bantuan di dalam air.

Bermain Gelembung Air

Menanamkan rasa nyaman di dalam dan di sekitar air adalah prinsip penting dalam melihat kesiapan anak untuk berenang. Di samping itu, Anda juga harus tekun dalam mengajarkan anak agar ia memiliki kebiasaan baik dan aman di dalam serta di sekitar air.

Mirip dengan yang dilakukan saat mandi, Anda dan anak bisa melakukan permainan gelembung air agar ia terbiasa dengan situasi di kolam renang. Anda juga dapat mengajarkan anak untuk menahan napas di dalam air sebagai latihan persiapan belajar berenang di kolam renang.

Belajar Mengendalikan Napas

Dengan belajar menahan napas, anak pun belajar untuk mengendalikan napas. Belajar menahan napas dapat dilakukan ketika sedang mandi. Jika anak sudah merasa nyaman, maka anak bisa mencobanya di kolam renang dangkal.

Jika anak sudah memiliki kendali yang baik terhadap pernapasannya di dalam air, maka ia dapat mulai mengeksplorasi kolam renang dengan lebih bebas. Namun, tentunya tetap dengan pengawasan ketat dari orang dewasa.

Belajar Menendang

Salah satu cara mengajarkan anak berenang adalah dengan mengajaknya latihan menendang. Misalnya, saat bermain bola. Kekuatan tendangan kaki sangat berguna untuk membantu anak menendang di dalam air.

Jika anak sudah dapat masuk ke dalam kolam air, maka latihan menendang dapat dilakukan di dalam kolam renang dangkal. Berlatih menendang dapat dilakukan selama 10 detik.

Pilihlah Waktu dan Suasana yang Tepat

Cuaca dan kondisi emosional anak adalah hal yang harus diperhatikan ketika anak belajar berenang. Perhatikan keamanan cuaca saat berenang. Cuaca hujan merupakan kondisi yang berisiko pada area kolam renang terbuka karena adanya ancaman petir.

Lalu, kondisi emosi anak yang sedang tidak bersemangat dan resah juga berisiko, karena ia jadi tidak dapat bekerja sama di dalam air. Jangan lupa juga, ciptakanlah waktu yang rutin untuk belajar berenang. Karena, terlalu lama absen dapat menyebabkan anak lupa akan apa yang telah ia pelajari.

Tentukan Instruktur Renang yang Berpengalaman

Mengajarkan anak berenang dapat dilakukan sendiri oleh orang tua atau instruktur renang yang berpengalaman. Ingatlah bahwa individu yang mengajarkan anak berenang bukan hanya dapat mengajarkan anak berenang, tetapi juga mengajarkan kemampuan untuk bertahan hidup di dalam air.

Akan sangat baik jika instruktur renang tersebut telah terlatih secara profesional untuk memberikan pelajaran renang kepada anak-anak. Selain itu, akan sangat baik jika di tempat anak Anda belajar berenang terdapat petugas keselamatan yang dapat melakukan pertolongan pertama dan bisa melakukan bantuan hidup dasar.

Bermain dan Eksplorasi

Cara ini penting ketika Anda mengajarkan anak berenang. Latihlah anak dengan seru dan menyenangkan, seolah ia sedang bermain. Bermain dan eksplorasi dapat dilakukan di kamar mandi saat bermain air atau di kolam renang dangkal untuk tahap awal. Jika melakukannya di kolam renang, Anda bisa memulainya di pinggir kolam. Anda juga dapat membawa mainan air seperti bola plastik.

Saat anak bermain, tak ada salahnya untuk memberinya kacamata renang. Tindakan ini dilakukan agar anak terbiasa dan mengenal fungsi kacamata yang digunakannya saat โ€œbermainโ€ air. Anda juga dapat memberikan pelampung untuk keamanan anak.

Berikan anak kacamata renang dan pelampung yang sesuai, agar ia bisa tetap mengambang dan membuka matanya dengan lebar saat berada di kolam.

Ajari Anak untuk Keluar dari Kolam

Tahapan penting dalam melatih anak berenang adalah mengajarkan ia untuk keluar dari kolam renang secara mandiri. Mintalah anak Anda berlatih berpegangan pada sisi dinding untuk memanjat ke luar kolam. Bantu anak untuk mengangkat bobot tubuhnya hingga ia terbiasa memanjat keluar kolam sendiri.

Pada awalnya, anak mungkin membutuhkan sedikit bantuan, tetapi anak akan semakin mahir untuk melakukannya sendiri. Anda dapat melatih anak untuk menggunakan siku kanan, siku kiri, perut, dan kemudian lutut saat sedang berusaha untuk keluar dari kolam renang.

Olahraga berenang memang menjadi salah satu aktivitas fisik yang sangat disarankan untuk anak. Meski demikian, orang tua tidak bisa begitu saja memaksa anak untuk bisa berenang. Anda perlu memperhatikan kesiapan dan kenyamanan anak di dalam air.

Selain itu, Anda perlu memperhatikan keamanan dan keselamatan anak ketika belajar berenang. Konsistensi dan suasana yang menyenangkan juga menjadi kunci agar anak semangat untuk belajar berenang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini