Share

Setelah Makan Langsung Tidur Sebabkan Diabetes, Benarkah?

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 16 Juli 2022 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 16 612 2630749 setelah-makan-langsung-tidur-sebabkan-diabetes-benarkah-fboRbVdpnw.jpg Ilustrasi setelah makan langsung tidur. (Foto: Shutterstock)

BENARKAH setelah makan langsung tidur bisa sebabkan sakit diabetes? Padahal perilaku ini dilakukan banyak orang, baik muda maupun tua.

Dikutip dari laman Independent, makan sebelum tidur sering dikaitkan dengan peningkatan masalah kesehatan seperti kanker dan diabetes. Tetapi, sebuah penelitian di Jepang membantah hal tersebut.

Baca juga: Viral! Hari Pertama Jadi Pegawai Nagita Slavina, Karyawan Minuman Ringan Ini Diguyur Bonus Jutaan 

Para peneliti dari Graduate School of Health Sciences Okayama University di Jepang menyatakan makan dua jam sebelum tidur tidak memengaruhi kadar glukosa darah.

Di Jepang sendiri masyarakatnya disarankan memberikan jeda dua jam antara makan dengan tidur paling tidak tiga kali seminggu. Berdasarkan inilah peneliti coba melakukan analisis data terhadap 1.573 orang dewasa paruh baya dan lebih tua.

Data dikumpulkan sejak 2012 hingga 2014. Para peserta penelitian yang dianalisis tidak memiliki kondisi kesehatan mendasar terkait diabetes, hampir semuanya perempuan, dan mayoritas berusia di atas 65 tahun.

Kemudian tim menilai pola makan para peserta penelitian di samping faktor gaya hidup seperti berat badan, durasi makan, rutinitas aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.

Baca juga: Vitamin D Punya Segudang Manfaat, Dokter: Kebutuhannya Meningkat di Masa Pandemi 

Selama penelitian, tim juga memantau kadar HbA1c dari para peserta penelitian yang menunjukkan kadar glukosa darah individu selama dua hingga tiga bulan. Hanya sebagian kecil peserta yang secara teratur pergi tidur dua jam setelah makan.

Dari hasil analisis, rata-rata tingkat HbA1c dari kelompok yang memberikan jeda antara makan malam dengan tidur hanya naik sedikit. Dengan begitu para peneliti menyimpulkan adanya jeda waktu hanya memberikan pengaruh yang sangat kecil untuk kenaikan kadar glukosa darah.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Sebaliknya, hal-hal yang membuat perubahan signifikan pada kadar glukosa darah adalah tekanan darah, aktivitas fisik, dan minum berlebihan. Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention, and Health.

Para peneliti mengakui bila hasil yang didapatkan semata-mata bersifat observasional. Namun, peneliti menyatakan masih jauh lebih baik mengikuti pola hidup seimbang daripada memberikan jeda waktu antara makan malam dengan tidur.

Baca juga: Dokter Reisa: Puncak Covid-19 BA.4 dan BA.5 Diprediksi Minggu Ketiga Juli, Capai 20 Ribu Kasus 

Baca juga: Dokter: Diet Belum Tentu Harus Makan Sedikit, Lihat Kondisi Kesehatan Masing-Masing 

"Hasil penelitian kami bertentangan dengan kepercayaan umum. Kami memastikan interval pendek antara makan terakhir dengan waktu tidur tidak secara signifikan mempengaruhi tingkat HbA1c," jelas tim penelitian.

"Perhatian lebih besar harus diberikan pada porsi yang sehat dan komponen makanan, mendapatkan tidur yang cukup, menghindari merokok, tingkat konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan sebab variabel-variabel ini memiliki pengaruh yang lebih mendalam pada proses metabolisme," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini