Share

Sampah Terus Cemari Lingkungan, Masyarakat Perlu Edukasi Zero Waste

Tim Okezone, Okezone · Senin 18 Juli 2022 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 612 2631592 sampah-terus-cemari-lingkungan-masyarakat-perlu-edukasi-zero-waste-C7HGzwBNIQ.jpg Sampah terus mencemari lingkungan (Foto: DW)

PENCEMARAN sampah plastik terus berlangsung, baik di sungai-sungai, bahkan sampai di lautan. Selain membuat air sungai dan laut jadi kotor, baunya pun kadang menyengat.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menggelar edukasi pengurangan produk yang pakai plastik sachet. Selain plastik sachet sulit didaur ulang, materi produk tersebut mengandung bahan berbahaya yang tak saja mencemari lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia.

 edukasi zero waste

“Mari kita biasakan ke toko eceran jika ingin membeli produk dalam jumlah sedikit dan jangan lupa bawa wadahnya sekalian,” kata Co-Coordinator AZWI, Rahyang Nusantara.

Sementara itu, Pakar Ekologi dan Manajemen Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Daru Setyorini memaparkan sejumlah fakta dalam ekspedisi sungai nusantara yang digelar sejak awal 2022 ini. Tim ekspedisi menemukan sungai Ciliwung dibanjiri sampah plastik sachet bekas konsumsi masyarakat.

“Sampah sachet tidak bisa didaur ulang, karena ukurannya yang kecil. Kemasan sachet mudah tersangkut di dahan dan akar pohon tepi sungai, melepas jutaan partikel mikroplastik yang mengandung bahan kimia ftalat dan EVOH beracun. Bahan berbahaya itu mengganggu sistem hormon dan pemicu kanker,” ucap Daru.

Hal senada dikemukakan Adi Septiono, peraih gelar MSc bidang lingkungan dari Universitas Indiana, Bloomington Amerika itu menjelaskan, kemasan sekali pakai berbahan plastik itu berpotensi memindahkan senyawa kimia berbahaya, seperti PFAS ke makanan.

 BACA JUGA:Sampah Plastik Diolah Jadi Aspal Campuran dan Dipakai untuk Bangun Jalan

“Untuk membuat kemasan tahan cuaca digunakan senyawa berbahaya seperti UV-328. Penggunaan senyawa dalam kemasan sachet tak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga lingkungan. Bahan kimia itu menimbulkan ekonomi sirkular yang toksik,” ucapnya menegaskan.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Tanggung jawab untuk menyelesaikan krisis sampah plastik sachet, menurut Adi Septiono, sejatinya tak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga produsen. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK No 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yaitu setiap produsen harus bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Sembari mendorong regulasi, Adi menambahkan, AZWI mendorong masyarakat harus diedukasi untuk mulai menerapkan gaya hidup zero waste atau nol sampah. Gaya hidup ini sudah diterapkan kalangan tertentu, menengah ke atas yang jumlahnya sangat terbatas.

“Yang penting bagaimana mengubah kondisi secara sistematis. Kita dorong ke atas dengan perubahan regulasi, dan kita juga dorong masyarakat untuk mulai gaya hidup zero waste. Jika mau membeli produk, biasakan membawa wadah sendiri, guna terhindar dari penggunaan plastik dan produk satchetan,” tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini