Share

Sering Alami Kesemutan di Kaki dan Tangan, Wasapada Kena Sederet Penyakit Ini

Kevi Laras, MNC Portal · Senin 18 Juli 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 612 2631747 sering-alami-kesemutan-di-kaki-dan-tangan-wasapada-kena-sederet-penyakit-ini-lbVTnVw0pz.jpg Ilustrasi Kesemutan. (Foto: Shutterstock)

KETIKA duduk dengan posisi yang tidak baik terlalu lama, kita memang akan merasakan kesemutan. Kesemutan memang biasa terjadi ketika aliran darah kita terhambat.

Kesemutan pun tidak tidak perlu diobati, karena akan sembuh dengan sendirinya. Tapi, jika kesemutan terus terjadi dengan intensitas yang cukup sering tanpa pertanda jelas, hal itu merupakan tanda adanya kerusakan saraf.

Beberpa kerusakan saraf tersebut, bisa terjadi karena cedera traumatis atau cedera stres berulang, infeksi bakteri atau virus, paparan racun, dan penyakit sistemik (diabetes).

Namun masih banyak masyarakat belum mengetahui, kesemutan pada kaki atau tangan menjadi petanda penyakit apa? Berikut penjelasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Kesemutan

Melansir dari Healthline bila kesemutan dan mati rasa merupakan gejala dari beberapa penyakit antara lain:

-Diabetes

-Sakit saraf

-Migrain

-Fenomena Raynaud

-Sklerosis ganda

-Stroke atau serangan iskemik sementara (mini stroke)

-Kejang

-Pengerasan pembuluh darah

-Tiroid kurang aktif (hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto)

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Kendati demikian, sakit kesemutan ini dikenal sebagai neuropati perifer yang belum ada obat untuk menyembuhkannya. Namun direkomendasi gaya hidup termasuk menjaga berat badan, menghindari paparan racun, mengikuti program olahraga diawasi dokter, makan makanan seimbang dan menghindari atau membatasi alkohol.

"Dalam beberapa kasus, kesemutan dan gejala neuropati perifer lainnya dapat dikurangi dengan resep yang dikembangkan untuk mengobati kejang dan depresi," demikian dikutip dari WebMD.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk jenis neuropati perifer yang diturunkan, banyak jenis didapat dapat diperbaiki dengan pengobatan. Misalnya, kontrol gula darah pada diabetes membantu menjaga neuropati diabetik agar tidak memburuk, dan suplemen vitamin mampu memperbaiki neuropati perifer pada orang kekurangan vitamin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini