Share

Awalnya Gatal di Tangan, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Empedu Super Langka

Putra Syah Norens, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 612 2634595 awalnya-gatal-di-tangan-ternyata-wanita-ini-idap-kanker-empedu-super-langka-R6i1T4ZjdX.JPG gatal di tangan, (Foto: Freepik)

RASA gatal di tangan adalah hal lumrah yang dialami banyak orang setiap harinya. Gatal karena terkena suhu panas paparan sinar matahari, gatal digigit serangga, gatal karena alergi debu, dan sebagainya.

Tapi siapa sangka, ternyata gejala gatal-gatal di tangan juga bisa menjadi indikator dari penyakit kanker yang sangat langka. Ya, inilah yang dialami perempuan asal Inggris, bernama Maria Barry.

Awalnya Barry pertama kali mulai merasakan gatal di tangannya, saat isolasi karena Covid-19 pada tahun 2021. Saat itu, ia mengira bahwa tangannya gatal-gatal karena reaksi dari produk pembersih baru yang digunakannya.

"Saya awalnya mengira itu adalah reaksi terhadap produk pembersih baru yang saya beli untuk membersihkan kompor," kata Barry.

Kecurigaannya muncul setelah ia merasa walau sudah berbulan-bulan mencari solusi, dengan diberi resep perawatan, pemakaian krim steroid hingga perawatan UV. Gatal di tangannya tak kunjung sembuh. Akhirnya ia berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan CT scan.

Pada momen inilah, dokter mencurigai bahwa Barry mengidap kanker langka sehingga membutuhkan biopsi. Pada biopsi yang keempat, dokter lalu menemukan sel kanker darah pada saluran empedu Barry, dikutip dari Newsweek, Jumat (22/7/2022).

Ibu tiga orang anak tersebut akhirnya didiagnosis mengidap kanker saluran empedu pada bulan April 2022, dan kanker empedu ini juga telah menyebar ke hatinya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Dokter memastikan saya memiliki kolangiokarsinoma intrahepatik 9 sentimeter, dan saya ditawari kemoterapi yang dimulai pada Mei," kata Barry.

Setelah menjalani pengobatan kemoterapinya, Barry disebutkan tidak sanggup menahan rasa sakit, sehingga dokter terpaksa untuk menghentikannya. Dokter memutuskan bahwa, satu-satunya alternatif lain sebagai pengobatan, yakni terapi gen baru yang menghasilkan lebih sedikit efek samping terhadap pasien.

Namun, sayangnya pengobatan tersebut masih tergolong sangat mahal dan belum tersedia di Inggris.

Sebagai informasi, kanker empedu yang diderita Barry, ternyata tergolong sangat langka, para ilmuwan tidak bisa menghitung atau mengkalkulasikan berapa besar peluang kelangsungan hidup wanita tersebut.

 BACA JUGA: Ari Lasso Sembuh, Apa Betul Sel Kanker Benar-Benar Mati?

BACA JUGA: Ari Lasso Dinyatakan Sembuh, Benarkah Sel Kanker Benar-Benar Mati?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini