Share

Hari Anak Nasional, Masih Stunting Masih Jadi Persoalan Utama

Muhammad Sukardi, Okezone · Sabtu 23 Juli 2022 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 612 2634625 hari-anak-nasional-masih-stunting-masih-jadi-persoalan-utama-R7UBS5jlUX.jpg Ilustrasi Anak Stunting. (Foto: Shutterstock)

SETIAP tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan hari anak ini memang terus dilakukan untuk mengingatkan kita akan pentingnya kualitas hidup anak-anak hingga masa depan.

Salah satu yang penting untuk mendukung perkembangan anak di masa depan adalah dengan memastikan 1.000 hari pertama kehidupan anak-anak terpenuhi haknya. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendorong semua pihak untuk memenuhi hak-hak dasar anak, salah satunya hak untuk tumbuh dan berkembang.

BKKBN menyadari betul bahwa hingga sekarang Indonesia masih dihadapkan pada persoalan prevalensi stunting atau anak gagal tumbuh dan berkembang yang mencapai rata-rata 24,4% dan masih di atas ambang batas Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti, mengatakan ada empat hak dasar anak, yaitu hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi.

Nopian menyebutkan anak merupakan aset utama sebuah negara untuk mempersiapkan generasi penerus. Saat ini, anak mengisi sepertiga dari populasi Indonesia.

Hari Anak Nasional

Sementara, permasalahan gizi masih jadi momok bagi masyarakat yang berdampak pada tingginya prevalensi stunting. Oleh karena itu peran orang tua dan pemerintah dalam pemenuhan gizi dan pola asuh, menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter anak yang baik dan berkualitas, dimulai dari pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan.

Dampak dari stunting sendiri mengakibatkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, serta gangguan metabolik pada saat dewasa. Ini berpotensi menghasilkan sumber daya manusia dengan tingkat intelektual yang rendah dan tidak berdaya saing di kemudian hari, sehingga memungkinkan peningkatan angka pengangguran.

"Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya stunting pada balita, diperlukan pengasuhan yang baik pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun)," kata Nopian, dalam keterangan resminya.

BKKBN sendiri, kata Nopian, terus berupaya mendorong adanya inovasi dalam pencegahan stunting berbasis keluarga, dengan sasaran utama yaitu remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 -59 bulan.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Program Bangga Kencana melalui kegiatan Bina Keluarga Balita dan Anak, sambung Nopian, sangat strategis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orangtua serta anggota keluarga lainnya yang memiliki balita dalam membina tumbuh kembang balita melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, emosional, dan sosial ekonomi. "Semoga dengan program ini dapat memberi kontribusi bagi penurunan prevalensi stunting di Indonesia," harap Nopian.

Lebih lanjut, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Suswati Tito Karnavian, mendukung penuh terkait pemenuhan hak dasar anak berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta peran holistik seluruh elemen bangsa dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Tri Suswati menjelaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki investasi besar dalam hal sumber daya manusia. Hal ini juga sejalan dengan program kerja Presiden Joko Widodo yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah 2022-2024.

Oleh karena itu, pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan menjadi fase penting bagi anak untuk mendapatkan stimulasi, sehingga anak dapat berkembang dengan baik sesuai usianya. "Pada fase ini tumbuh berkembang anak sedang berkembang pesat. Jika pertumbuhan terhambat, maka kondisi anak di masa depan pun akan berpengaruh," kata Tri Suswati.

Ia melanjutkan, pertumbuhan yang baik pada anak membutuhkan asupan gizi yang baik pula seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Tak hanya itu, anak juga membutuhkan kasih sayang, belaian, pelukan, dan kesempatan untuk mencoba hal baru agar dapat berkembang dengan maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini