Share

Hari Anak Nasional, Ini 3 Beban Malnutrisi yang Dihadapi Anak-Anak Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 23 Juli 2022 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 612 2634646 hari-anak-nasional-ini-3-beban-malnutrisi-yang-dihadapi-anak-anak-indonesia-THkzVIyGnl.jpg Ilustrasi Masalah Kesehatan Anak. (Foto: Shutterstock)

DI Hari Anak Nasional, orang tua memang perlu memperhatikan proses tumbuh dan kembang, tidak hanya dari sisi mental tapi juga fisik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan gizi yang cukup, sehingga ke depan anak-anak tidak mengalami masalah.

Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Dr. Atmarita, MPH mengingatkan agar orangtua menjaga proses tumbuh dan kembang anak sehingga dapat terhindar dari masalah gizi (malnutrisi) serta penyakit tidak menular (PTM) di kemudian hari.

“Prinsipnya dijaga saja proses tumbuh-kembang itu. Pemantauan pertumbuhan dan pemantauan perkembangan, artinya di situ ada unsur makanan dan unsur stimulasi untuk diberikan kepada semua anak,” kata seperti dilansir dari Antara.

Atmarita mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition) yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, serta defisiensi mikronutrien.

Makanan Bergizi

Kekurangan gizi mencakup kekurangan berat badan/underweight (berat badan rendah menurut usia), kerdil/stunting (tinggi badan rendah menurut usia), dan kurus/wasting (berat badan rendah menurut tinggi badan). Sementara kelebihan gizi mencakup kegemukan/overweight dan obesitas.

“Kita menghadapi masalah luar biasa besarnya mulai dari triple burden dampaknya itu ke penyakit tidak menular (PTM) di usia dewasa yang sebetulnya lebih bahaya lagi,” ujar Atmarita.

Prinsip menjaga tumbuh dan kembang anak, menurut Atmarita, sebetulnya mudah dilakukan yaitu dengan menerapkan pedoman gizi seimbang “Isi Piringku”. Pedoman ini mencakup setengah piring buah dan sayur, sepertiga lauk pauk (sumber protein), dan dua pertiga makanan pokok (sumber karbohidrat) setiap kali makan.

Menurut Atmarita, edukasi mengenai gizi seimbang perlu disampaikan dan dipahami oleh semua anak di setiap tingkat usia. Ia mengatakan bahwa seluruh keluarga atau rumah tangga juga perlu dibekali pemahaman tentang masalah gizi oleh kader di lingkup kecil masyarakat.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Masalah gizi saling terkait dan dapat menjadi siklus di sepanjang daur kehidupan. Oleh sebab itu, Atmarita juga menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi ibu sebelum memasuki masa kehamilan hingga sampai pada fase kelahiran dan pengasuhan.

Sebelum dan saat hamil, menurut Atmarita, ibu perlu memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi sehingga dapat menumbuhkan janin dan menghasilkan ASI yang berkualitas.

Pada awal kehamilan, ibu juga perlu datang untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan serta mengonsumsi mikronutrien atau gizi mikro yang dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin seperti zat besi, asam folat, zinc, vitamin A, Iodium, vitamin D, vitamin B12, dan kalsium.

“Gizi seimbang itu juga dimulai dari menyusui eksklusif. Menyusui eksklusif artinya bayi mengonsumsi keseluruhan zat-zat gizi seimbang, ada protein, karbohidrat, lemak, mikronutrien, dan sebagainya. Setelah usia enam bulan, dia akan masuk ke MPASI,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini