Share

Muncul Virus yang Lebih Mematikan dari Covid-19, Namanya Virus Marburg

Kevi Laras, MNC Portal · Sabtu 23 Juli 2022 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 612 2634934 muncul-virus-yang-lebih-mematikan-dari-covid-19-namanya-virus-marburg-4hS0izuYUT.jpg Ilustrasi Virus Marburg. (Foto: Freepik)

SETELAH pandemi Covid-19 meledak, memang muncul banyak penyakit hasil mutasi virus tersebar di berbagai negara. Sebut saja virus cacar monyet yang bermutasi, atau hepatitis misterius yang masih belum jelas.

Nah, baru-baru ini kembali hadir virus Marburg yang mematikan. Virus yang sangat menular ini berasal dari satu keluarga virus penyebab Ebola.

Bahkan, virus ini pun telah mengakibatkan kematian dua orang di Ghana. Kemunculan virus Marburg menjadi perhatian dunia karena memiliki tingkat kematian (Vatality) yang tinggi. Dimana dua dari satu orang bisa meninggal akibat virus Marburg.

Menurut Dr Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan bahwa Marburg masih satu family dengan Ebola. Cast vatalitynya dari 24 sampai 80 persen.

"Virus marburg adalah virus yang mematikan. Dia saudaranya ebola atau satu family dengan obola, jadi tingkat kematiannya cukup tinggi karena virus mematikan," ujar Dr Fajri kepada MNC Portal.

"Satu dari dua orang yang terkena ini akan meninggal. Karena cast vatalitynya itu dari 24 sampai 80 persen rata-ratanya itu 50 persen," tambahnya.

Bila dibandingkan dengan Covid-19, dikatakan jauh karena lebih mematikan. Dimana Covid-19 hanya 2 persen untuk cast vatalitynya. "Seram karena covid itu kecil ya hanya 2 persen. Ebola itu sekitar 60 persen hampir mirip (vatalitynya)," kata dia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sekadar informasi, istilah lain untuk virus Marburg ialah demam yang berdarah. Akibat Marburg sudah dua orang dikabarkan meninggal dunia akibat Marburg yang mirip dengan virus Ebola di Ghana, Afrika Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala kesehatan Ghana, mengkonfirmasi pada hari Minggu kematian itu disebabkan oleh virus. Dalam sebuah pernyataan, Layanan Kesehatan Ghana (GHS), dia mengatakan masih melakukan pengujian lebih lanjut.

"Pengujian lebih lanjut di Institut Pasteur di Dakar, Senegal telah menguatkan hasilnya," katanya seperti dilansir The Sun.

Informasi tambahan, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) bahwa Ghana saat ini mengirimkan sampel ke Institut Pasteur Dakar di Senegal untuk verifikasi. Virus Marburg pertama kali muncul pada tahun 1967. Ketika lebih dari dua lusin kasus demam berdarah pertama kali muncul di Jerman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini