Share

Menkes Senang Temukan Inovasi Baru Cegah DBD

Kevi Laras, MNC Portal · Sabtu 23 Juli 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 612 2634991 menkes-senang-temukan-inovasi-baru-cegah-dbd-gSn2lnFrWe.jpg Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) memang menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Pasalnya, cuaca pancaroba yang terjadi belakangan ini telah membuat banyak genangan yang biasa digunakan untuk perkembangbiakan nyamuk.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, guna mencegah penyebaran DBD, dibutuhkan inovasi baru. Inovasi tersebut merupakan Wolbachia, yang bisa buat nyamuk tidak menularkan DBD.

Penemuan ini bagian dari The World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang dijalankan oleh Prof. Adi Utarini. Dengan penelitian pengendalian virus dengue ini, menggunakan nyamuk aedes aegypti yang telah berbakteri Wolbachia.

Demam berdarah

"Dengue dengan cara mengontrol nyamuknya bukan menghilangkan, tapi membuat nyamuk tidak menularkan virus lagi. Caranya dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam nyamuk, sehingga kalau mengigit tidak akan menular,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam laman Kemenkes.

Dalam uji coba penyebaran nyamuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, rencananya akan terus diperluas. Monitoring dilakukan oleh perawat dan peneliti untuk melihat efektivitas bakteri Wolbachia terhadap penyebaran virus dengue.

Sementara hasilnya, dari lokasi yang disebar Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen. Intervensi ini, lanjut Prof. Uut, jauh lebih efektif dibandingkan pemberian vaksin dengue. Dari segi pembiayaan juga diklaim lebih murah.

“Penelitian WMP Yogyakarta, sudah menghasilkan bukti bahwa di wilayah yang kita sebari nyamuk angka denguenya menurun 77,1% dan angka hospitalization karena dengue berkurang 86,1%. Intervensi ini efektivitasnya lebih bagus daripada vaksin dengue,” jelas Prof. Uut.

Kendati demikian, Prof Uut meengatakan keberadaan inovasi teknologi Wolbachia tidak menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia. Masyarakat tetap diminta untuk melakukan gerakan 3M Plus seperti Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini