Share

Biar Tak Jadi Lemak, Begini Cara Tepat Konsumsi Protein dari Ahli Diet

Gita Chaerani, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 298 2637853 biar-tak-jadi-lemak-begini-cara-tepat-konsumsi-protein-dari-ahli-diet-LLgAzPVEcV.jpg Tips Konsumsi Protein (Foto: Timesofindia)

PROTEIN merupakan nutrisi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Bila tak mendapatkan protein dalam jumlah yang cukup, maka seseorang akan menderita beberapa masalah kesehatan.

Namun, mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan juga belum tentu lebih baik. Meskipun dapat membantu pertumbuhan otot, jika dikonsumsi terlalu banyak, tubuh mungkin menyimpan ekstra sebagai lemak.

Berikut cara tepat untuk mengonsumsi protein agar tetap sehat dan tercukupi seperti disarankan oleh ahli diet Shreya di Chandigarh, dikutip dari Timesofindia, Kamis (28/7/2022) : 

Kebutuhan asupan protein harian

Asupan Protein

Kebutuhan asupan protein pada orang dewasa rata-rata mencapai 1 g per kg sesuai dengan berat badan, namun bisa berubah juga tergantung dengan kegiatan yang kita lakukan. Menurut ahli diet Shreya, hal itu bisa naik hingga 1,5 g atau 2 g per kg dengan berbagai tingkat aktivitas dan kondisi seperti kegiatan yang padat, kehamilan, dan menyusui.

Kandungan protein pada makanan sangat bervariasi. Namun, sumber protein hewani cenderung lebih baik kuantitas maupun kualitasnya dibandingkan dengan sumber protein nabati. Shreya mengatakan, “Daging, telur, susu, semuanya dianggap sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang unggul.”

Bagaimana cara meningkatkan asupan protein?

Memulai hari dengan memakan makanan yang tinggi protein dapat membantu seseorang mencapai tujuan asupan protein hariannya. Jenis makanan yang tinggi protein juga bukan hanya dari selalu mengonsumsi dada ayam.

Shreya menyarankan menambahkan kacang-kacangan seperti lentil, , kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, kacang mete, pistachio, walnut, hazelnut, pecan, kacang polong, dan biji-bijian ke dalam diet sebagai camilan yang dapat bermanfaat dan juga akan membuat kulit bercahaya.

Beberapa biji-bijian yang bisa ditambahkan adalah biji labu, chia, rami, wijen, dan bunga matahari. Shreya juga menyarankan untuk memasukkan biji-bijian utuh lainnya dalam makanan seperti nasi, gandum quinoa, oat, soba, dan millet.

Mengonsumsi salad bersama dengan protein lainnya akan memberikan banyak serat juga. “Semangkuk kecambah bersama dengan protein selalu merupakan ide yang bagus” kata Shreya. Protein hewani juga perlu dikonsumsi seperti ayam, kalkun, bebek, berbagai makanan laut, dan telur adalah pilihan yang baik untuk diandalkan.

Namun, daging merah termasuk daging sapi, babi, domba, kambing, dan kambing yang tidak diproses harus dibatasi dalam diet karena dapat berakibat fatal dan menyebabkan kondisi kardiovaskular.

Bagaimana protein membantu menurunkan berat badan?

Mengonsumsi protein sangat penting untuk proses menurunkan berat badan. Mendapatkan protein yang cukup dapat membantu meningkatkan metabolisme yang sehat dan menekan nafsu makan. Seseorang mungkin dapat menurunkan lemak tubuh tanpa kehilangan otot dengan menambahkan lebih banyak makanan kaya protein dalam makanan mereka.

Dengan mengganti karbohidrat dan lemak dengan protein, Shreya menjelaskan bahwa seseorang dapat mengurangi hormon rasa lapar dan meningkatkan hormon rasa kenyang dengan cara mengonsumsi makanan yang lebih sedikit kalori.

Memasukkan protein dalam setiap makanan juga akan mendukung pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan otot, jaringan dan sel tubuh. Menghapus karbohidrat dalam menu makanan sebenarnya tidak diperlukan karena sama-sama bermanfaat dan penting bagi tubuh untuk berkerja dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini