Share

Mau Investasi di Tas Branded? Simak Dulu Tips Berikut

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 612 2637793 mau-investasi-di-tas-branded-simak-dulu-tips-berikut-duE1bUlQOj.jpg Ilustrasi Tas Branded. (Foto: Freepik)

SEIRING dengan gaya hidup masyarakat dan perkembangan media sosial, investasi pun ikut berubah. Barang-barang yang sebelumnya dianggap barang konsumsi bahkan tersier, kini menjadi barang yang bisa diincestasikan, salah satunya adalah tas mewah.

Investasi barang bermerek seperti tas mewah memang lazim dilakukan belakangan ini. Perencana keuangan Rista Zwestika mengatakan kian banyak orang yang berminat membeli barang bermerek "preloved" alias yang sudah pernah dipakai.

"Pasar barang mewah preloved memiliki nilai USD40 miliar secara global," kata Rista seperti dilansir dari Antara.

Pasar barang mewah "preloved" diperkirakan akan terus naik dalam lima tahun ke depan dengan kenaikan rata-rata 15-20 persen per tahun. Salah satu faktor yang menarik konsumen barang "preloved" adalah aspek berkelanjutan karena membeli barang "preloved" artinya memperpanjang usia sebuah barang.

Tas Branded

Kendati demikian, tak semua barang mewah seperti tas bisa dijadikan investasi di masa depan. Sebuah barang bisa jadi investasi bila memang harganya naik terus seiring berjalannya waktu. Maka, seseorang harus jeli dalam memilih koleksi yang tak lekang dimakan waktu dan bakal terus disukai meski sudah bertahun-tahun berlalu.

Tren yang berlaku di Indonesia belum tentu sama dengan negara lain. Jadi, saat ada tas mewah yang laku di negara lain, bisa saja tas dengan model yang sama ternyata tak banyak peminat. Maka, pengetahuan mengenai fesyen juga harus terus diasah agar koleksi barang mewah yang dimiliki bisa menjadi investasi.

Apa merek-merek tas yang patut dipertimbangkan bila Anda ingin menjadikannya investasi? Ia menuturkan, beberapa tas yang digemari di Indonesia adalah Classic Flap bag dari Chanel, Birkin bag dari Hermes, Neverfull bag dari Louis Vuitton dan Lady Dior bag.

Agar kelak bisa dijual lagi, tentu tas harus dijaga baik-baik agar kondisinya tetap prima sehingga harganya tidak anjlok. Jika memang perlu, bawalah koleksi ke tempat khusus untuk membersihkan tas agar kondisinya tetap bagus.

"Sebagai pemakai harus pintar jaga kondisi, saat menyimpan juga kalau salah perlakuannya nanti bisa rusak," kata Chief Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan.

Pendiri platform marketing produk barang bermerek "preloved" ini menuturkan, konsumen di Indonesia pada umumnya lebih mengikuti tren dengan pilihan warna netral karena mudah dipadupadan dengan berbagai busana. Ada jenis tas dengan warna mencolok yang sebetulnya laku di negara lain, tapi harganya justru jatuh di Indonesia karena kurang peminat.

"Hermes oranye di luar negeri laku, di Indonesia jatuh harganya karena dianggap sulit untuk padu padan padahal semua tergantung kepercayaan diri si pemakai," katanya.

Laku atau tidaknya sebuah tas mewah juga dipengaruhi siapa yang memakai. Bila ada pesohor yang terlihat mengenakan tas tertentu, ada kemungkinan model tersebut kian diminati karena orang-orang ingin mengikuti gayanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini