Share

Keren! Desainer Nita Senoadji Lestarikan Kain Wastra Lewat Bordir Penuh Makna

Syifa Fauziah, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 22:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 194 2639272 keren-desainer-nita-senoadji-lestarikan-kain-wastra-lewat-bordir-penuh-makna-Bo7NnIUbPV.jpg Desainer Nita Senoadji (Foto: Syifa/MPI)

ACARA Jaga Warisan Nusantara atau yang lebih populer drngan nama Jagantara ini banyak menghadirkan desainer lokal untuk unjuk gigi membuat karya terbaiknya.

Salah satunya adalah desainer Nita Senoadji yang terlibat dalam acara Jagantara ini. Nita membuat koleksi yang mengusung kain wastra Indonesia.

desainer Nita Senoadji

“Saya tertarik terlibat dalam acara ini karena ini cara saya bagimana mempertahankan warisan busana, seni tenun atau wastra indonesia. Kita ini generasi yang mau mencari generasi penerus untuk membina anak-anak muda supaya mencintai wastra, itu tuhuan saya,” ujar Nita kepada MNC Portal, Sabtu (30/7/2022).

Koleksi miliki Nita ini memang cukup berbeda, sebab dia mengangkat motif kain wastra Indonesia yang dia aplikasikan dalam bentuk bordir.

“Saya mau mewakili kalau wastra ini tidak sedikit. Nggak hanya batik saja tapi tenun daerah. Walau belum semua tapi dalam satu bulan ini bisa mewakili beberapa provinsi dan daerah yang punya wastra tenun atau batik sehingga kita bisa memberikan informasi ke masyarakat, kalau wadah WBI ini untuk melestarikan wastra Indonesia,” tuturnya.

BACA JUGA : Bantu Pengrajin Lokal, WBI Hadirkan 600 Kain Wastra Indonesia

desainer Nita Senoadji

Nita menjelaskan untuk membuat semua koleksinya ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Apalagi dia melakukan proses bordir yang pengerjaannya juga cukup lama.

“Jadi di koleksi ini saya lebih menceritakan tentang wastra itu sendiri. Kaya ada motif lereng, terus ada bunga yang dari NTT dan NTB, ada juga flora dan fauna yang dilestarikan oleh DKI Jakarta dan sudah masuk undang-undang. Jadi kita buat dalam bentuk bordir,” paparnya.

“Prosesnya tergantung, karena ada pengerjaan yang membutuhkan proses. Dua minggu satu baju. Kita juga angkat batik anak-anak yang berkebutuhan khusus. Batik corona dari anak-anak itu kita support. Batik corona, setiap desainer membuat dan saya wakilkan buat hiasan bordir yang menggambarkan anak-anak, mewakili mereka yang menggambar batik corona ini,” sambungnya.

Nita sendiri salah satu desainer yang memiliki kecintaan tinggi terhadap bordir. Hal itu berawal karena dia melihat para para pengrajin sudah mulai tergeser karena adanya bordir komputer. Hal itu membuat daerah Tasikmalaya dan sekitarnya kehilangan pekerjaan.

“Ketika itu saya ada kerjasama dengan pemerintah supaya mereka kita rekrut kembali jangan sampai hilang. Karena bordir ini kan seni yah. Nggak hanya di Garut dan Tasikmalaya saja, Kudus pun punya. Kita kembangkan dan pertahankan. Ini juga sebuah peninggalan dari wastra Indonesia yang nggak boleh hilang,” papar Nita.

Untuk acara Jagantara ini, Nita akan membuat koleksi sebanyak 100 look outer. Menurutnya outer sangat fleksibel dan bisa dipakai dengan jeans, dress, hingga baju formal. 

“Kita lihat animonya tinggi sekali yah. Dengan acara ini semoga nggak hanya saya, tapi desainer muda mendapat wadah koleksinya bisa diperhitungkan,” katanya.

Seperti diketahui, acara Jagantara ini diinisiasi oleh Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation. Acara ini akan berlangsung mulai 29 Juli hingga 21 Agustus 2022 di Ashta District 8 Jakarta Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini