Share

Pandemi Covid-19 dan Teknologi Bikin Komunikasi Beralih ke Digital, Apa Dampaknya?

Siska Permata Sari, Okezone · Senin 01 Agustus 2022 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 612 2640148 pandemi-covid-19-dan-teknologi-bikin-komunikasi-beralih-ke-digital-apa-dampaknya-tqZ1iQtzLw.JPG Hibram Dunar di Podcast Aksi Nyata, (Foto: Youtube Partai Perindo)

PANDEMI Covid-19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan semua orang. Salah satu yang paling terasa, termasuk dalam urusan berkomunikasi yang saat ini beralih ke dunia digital lantaran terbatasnya pertemuan tatap muka.

Cara berkomunikasi masyarakat dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, kuliah, hingga bersosialisasi, banyak yang beralih ke digital. Adakah dampaknya dan apakah itu efektif?

Creative Stratgic & Content Lead for ROOV Hilbram Dunar menyebut, dampak yang paling jelas terlihat adalah masyarakat banyak yang gagap atau kagok dalam berkomunikasi secara online.

“Awal-awal, dampaknya adalah masyarakat tergagap-gagap dengan cara berkomunikasi yang efektif dan efisien lewat online,” kata Hilbram Dunar dalam Podcast Aksi Nyata ‘Efek dan Manfaat Transformasi Digital Communication’ dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo, Senin (1/8/2022).

Meski awalnya tergagap, namun komunikasi digital sebenarnya memiliki ragam manfaat dan efektif.

“Kalau dipikir-pikir, ini malah membuat kesempatan baru dan kemudahan bagi kita bertemu dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja. Tetapi, hal yang menjadi tantangan adalah memanfaatkan kemampuan kita ini supaya ketika bicara secara digital dan bertemu muka itu sama efisiennya,” tambahnya panjang lebar.

Hibram menerangkan, jika ingin komunikasinya berjalan efektif dan efisien, ada setidaknya tiga hal yang harus diutamakan

“Dalam teori komunikasi, ada tiga V, verbal, vokal, visual. Verbal adalah kata-kata kita, vokal adalah suara kita kedengarannya bagaimana dan visual adalah penampilan kita, the way we look,” lanjutnya lagi.

Dari semuanya, yang paling utama ternyata adalah visual. Namun, ketika tidak ada visual, maka sebaiknya memaksimalkan vokal dan verbal.

“Bisa memaksimalkan verbal dan vokal kalau tidak ada visual. Artinya, kecepatan bicaranya diatur, bagaimana bicara jelas, clear, intonasi yang tepat, sehingga orang lain mudah menerima rasa dan emosi yang kita berikan,” saran Hilbram Dunar.

 BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Mau Berkarir Jadi Jurnalis? Intip Tips dari Tommy Tjokro

BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Tommy Tjokro Beberkan Proses di Balik Layar Pemberitaan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini