Share

Si Kecil Tak Sengaja Menelan Benda Asing, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 612 2644022 si-kecil-tak-sengaja-menelan-benda-asing-tindakan-apa-yang-harus-dilakukan-Dy876ywOEH.jpeg Ilustrasi anak tak sengaja menelan koin (Foto: Sheknows)

KEJADIAN anak menelan benda asing, salah satunya koin, terjadi di banyak kasus. Bahkan, menurut laporan Mayapada Hospital menelan benda asing tanpa sengaja adalah 80 persen kasus kegawatdaruratan pada anak-anak.

Nah, bicara soal benda asing atau dalam dunia medis disebut dengan Corpus Alienum, yang paling sering tertelan anak-anak antara lain koin, mainan, magnet, dan baterai. Beda kasusnya pada orang dewasa, benda asing yang paling banyak tertelan adalah tulang dan gumpalan daging.

Lebih lanjut, menurut studi 80-90 persen benda asing yang tak sengaja tertelan akan keluar dengan sendirinya melalui saluran cerna dan sedikit kasus sampai membutuhkan tindakan operasi.

Anak Tak Sengaja Menelan Koin

Menjadi serius ketika benda asing yang tertelan menyumbat saluran yang lebih kecil, seperti saluran kerongkongan, apalagi pada anak-anak. Parahnya, kalau yang masuk benda tajam, ini bisa melukai organ dalam yang menyebabkan perdarahan hebat.

Kasus anak menelan benda asing tak sengaja belum lama ini dilaporkan Mayapada Hospital Kuningan. Kasusnya begini, seorang anak berusia 4 tahun 10 bulan menelan uang koin Rp1.000. Karena uang koin tersebut besar dan sudah lebih dari 4 jam berada di dalam tubuh, tidak berhasil dikeluarkan melalui BAB, tim medis pun segera melakukan tindakan pengeluaran koin dengan endoskopi.

"Tindakan endoskopi dilakukan dengan harapan koin yang terjebak di dalam tubuh si anak bisa segera dikeluarkan," ungkap Dokter Spesialis Anak Konsultan Hati dan Saluran Cerna (Gastroenterohepatologi) Mayapada Hospital Kuningan Dr.dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K), pada MNC Portal, Sabtu (6/8/2022).

Menurut penjelasan dr Eva, tindakan endoskopi dilakukan berkolaborasi bersama dokter anestesi anak agar saat proses endoskopi anak dalam kondisi tertidur tenang.

Endoskopi sendiri adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang dilengkapi kamera dan senter pada bagian ujungnya. Itu untuk melihat organ bagian dalam.

Perlu ketahui bahwa selain untuk tujuan pemeriksaan (diagnostik), dokter juga dapat melakukan berbagai tindakan lain melalui endoskopi, salah satunya adalah pengambilan benda asing seperti yang dilakukan pada kasus bocah menelan uang koin ini.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Bagaimana proses pengambilan koin berlangsung?

Dijelaskan dr Eva, proses mengeluarkan koin terbilang cepat. Jadi, setelah anak dibius, endoskopi langsung dimasukkan ke dalam tubuh dan koin berhasil dikeluarkan kurang lebih 15 menit kemudian.

Anak perlu dibius, kata dr Nuraini Irma Susanti, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Hati dan Saluran Cerna (Gastroenterohepatologi) Mayapada Hospital Jakarta Selatan, agar si anak tidak traumatis.

"Tindakan endoskopi sendiri sebetulnya cepat, namun pasien dalam hal ini anak-anak atau balita, maka perlu dianestesi sebelumnya supaya dia tidak traumatis dan sekaligus memudahkan dokter dalam melakukan prosedurnya," papar dr Nuraini.

"Pasien anak itu memerlukan perlakuan khusus supaya dia bisa tenang dan rileks sebelum pemeriksaan. Ini pun penting agar dokter dapat hasil yang baik dalam proses tindakannya," tambah dr Amalia Evianti, Sp.Rad(K).

Lantas, kapan anak butuh tindakan bedah jika menelan benda asing?

Soal itu, dr Sastiono, Sp.B, Sp.BA, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Anak Mayapada Hospital Kuningan, menjelaskan bahwa tindakan bedah baru akan dilakukan jika benda asing yang ditelan si kecil berpotensi menyebabkan sumbatan di saluran cerna.

"Apabila dipertimbangkan bisa keluar lewat BAB, maka bisa dilakukan pemantauan melalui foto rontgen untuk mengetahui letak benda asing tersebut sudah sampai dimana. Tapi, kalau benda itu menyebabkan sumbatan saluran cerna, bedah jadi solusinya," tambah dr Sastiono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini