Share

Kabar Duka, Desainer Issey Miyake Asal Jepang Meninggal Dunia

Syifa Fauziah, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 194 2644910 kabar-duka-desainer-issey-miyake-asal-jepang-meninggal-dunia-i2VhLjIEFQ.jpeg Desainer Issey Miyake meninggal dunia (Foto:

KABAR duka datang dari dunia fashion di Jepang. Salah satu desainer ternama, Issey Miyake meninggal pada usia 84. Kabar itu diumumkan keterangan resmi dari perusahaan miliknya.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/8/2022), Miyake meninggal dunia karena berjuang melawan kanker hati yang sudah dideritanya sejak lama.

Semasa hidupnya, mendiang Issey Miyake dikenal karena gaya dan parfumnya yang inovatif, Miyake membangun merek fesyen global, termasuk merancang jumper turtle neck hitam Steve Jobs yang terkenal.

Desainer Issey Miyake

Miyake juga dikenal bekerja dengan teknik mode tradisional dan modern selama karirnya yang panjang.

“Ketika saya menutup mata, saya masih melihat hal-hal yang tidak boleh dialami oleh siapa pun. yang dapat diciptakan, tidak dihancurkan, dan yang membawa keindahan dan kebahagiaan, tulisnya dalam opini New York Times pada tahun 2009 lalu.

Sebelum menjadi seorang desainer, Miyake rupanya memiliki cita-cita menjadi seorang penari dan atlet. Tetapi keinginannya itu berubah setelah dia membaca majalah mode saudara perempuannya.

Ia belajar desain grafis di sebuah universitas seni Tokyo dan kemudian pindah ke Paris pada 1960-an, di mana ia bekerja dengan perancang busana terpuji Guy Laroche dan Hubert de Givenchy.

Dia pindah ke New York untuk waktu yang singkat, sebelum kembali ke Tokyo pada tahun 1970 untuk membuka Miyake Design Studio. Pada 1980-an, ia dikenal sebagai salah satu perancang paling pionir di dunia saat ia bekerja dengan bahan dari plastik hingga logam dan juga bahan tradisional Jepang, serta kertas.

Desainer Issey Miyake

Miyake mengembangkan cara baru untuk melipat kain dengan membungkusnya di antara lapisan kertas dengan mesin press panas.

Keberhasilan yang fenomenal setelah berbagai tes membuktikan lipatannya tetap di tempatnya dan tidak kusut, itu mengarah pada lipatan khasnya, Harap garis.

Jajaran tas Bao Bao-nya yang khas, dikenal karena segitiga resin kecilnya, terkenal karena rekayasanya dan sangat populer sehingga tiruan membanjiri pasar desainer palsu.

Miyake menjadi terkenal karena menciptakan gaya yang berteknologi tinggi, namun praktis dan nyaman, dan merupakan nama rumah tangga tidak hanya di industri mode Jepang, tetapi juga di catwalk global.

Rumah modenya mengembangkan pakaian yang sangat dicari untuk pria dan wanita, serta tas, jam tangan, dan parfum L'Eau d'Issey, yang diluncurkan pada 1992, dikabarkan terjual setiap 14 detik.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Garis A-POC (A Piece of Clothing), yang sekarang dapat dilihat di museum, menggunakan mesin tenun khusus yang membuat pakaian dari satu tabung kain yang berkesinambungan.

Miyake pernah diminta oleh salah satu pendiri Apple Steve Jobs untuk merancang jumper turtle neck ikoniknya dan dilaporkan membuat 100 dari mereka, masing-masing seharga $175 atau sekitar Rp2,8 juta.

Dia dianugerahi semoat mendapat penghargaan Kyoto bergengsi untuk dedikasinya pada seni pada tahun 2006, dan menerima Order of Culture pada tahun 2010 untuk "prestasi luar biasa" dalam budaya dan seni Jepang.

“Desain perlu mengekspresikan harapan," kata Issey Miyake, karena dia percaya pada peran mode dalam mempertanyakan bagaimana manusia seharusnya ada.

Di Jepang sendiri, Miyake salah satu orang yang dikenl di seluruh dunia bersama dengan Yoko Ono. Tidak banyak yang akan tahu tentang masa kecilnya yang traumatis, karena Miyake sendiri tidak membicarakannya sampai tahun-tahun berikutnya.

Sebab, tulisnya pada 2009, ia tak ingin disebut sebagai "perancang yang selamat dari bom atom".

Ya, Miyake memiliki traumatis yabg begitu besar pada kejadian bom atom di Hiroshima. Saat itu usianya masih tujuh tahun ketika kota itu dihancurkan oleh bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Ibunya meninggal karena paparan radiasi tiga tahun kemudian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini