Share

Viral Karyawati Dilecehkan di Grup Chat, Suami Tempuh Jalur Hukum

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Minggu 14 Agustus 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 612 2647615 viral-karyawati-dilecehkan-di-grup-chat-suami-tempuh-jalur-hukum-jtqCToxKsP.jpeg Istri dilecehkan di grup chat rekan kerja (Foto ilustrasi: Timesofindia)

SEORANG karyawati di salah satu perusahaan mendapat pelecehan di grup chat pertemanan kantornya. Kisah pelecehan yang kini viral di media sosial tersebut bermula saat sang suami mengungkapkan kronologisnya di sebuah thread Twitter.

Dalam thread tersebut, sang suami yang bernama Richo Pramono itu menyebut bahwa pelecehan tersebut bermula saat istrinya diminta menjadi model foto produk kantornya. Mengingat sang istri adalah karyawan di kantor tersebut, sang istri lantas bersedia membantu untuk menjadi model foto dan tak meminta dibayar sepeserpun.

Pelecehan Karyawati

“[PELECEHAN] Istri saya mendapat pelecehan berupa chat di grup pertemanan kantornya. Cerita berawal saat istri diminta menjadi model foto produk kantornya,” ujar Richo melalui akun Twitternya, @jerangkah, Sabtu, (13/8/2022).

Richo melanjutkan, pelecehan tersebut terjadi pasca seorang fotografer mengambil foto sang istri yang tengah melakukan fitting, kemudian membagikan foto tersebut ke grup chat kantor tanpa seizin istri dari Richo.

“Bermula saat fotografer bernama Dedy Christianto mengambil salah satu frame foto tanpa seijin istri saya di bagian punggung. Foto tersebut tidak digunakannya untuk kebutuhan kantor, namun untuk bahan melecehkan istri saya di grup whatsapp,” ungkap Richo.

“Bukan hanya tidak ijin, foto tersebut diambil saat istri belum siap untuk memulai proses pemotretan. Masih fitting. Itu kenapa masih ada bra yg melekat di punggung. Beda dengan foto hasil yg digunakan unit bisnisnya,” lanjutnya.

Lantas, lanjut Richo, foto yang dikirim di grup kantor tersebut mendapat beragam reaksi cabul dari teman-teman kantor sang istri. Richo pun mengaku tak habis pikir terhadap respon para teman kantor sang istri yang kebanyakan laki-laki tersebut, karena menjadikan bentuk pelecehan itu sebagai bahan candaan.

Pelecehan Karyawati

“Lelaki cabul bernama Steve Bramantha dengan “jokes lucunya” mengomentari foto tersebut dengan mengatakan: geser kiri det.. trus lepasin..” ujar Richo.

“Sontak sekujur tubuh saya merasa dingin dan gemetar hebat menahan rasa sakit hati dan emosi yang sangat mendalam. Tidak habis pikir dengan ringan jempolnya ada pria menjadikan kata kata melepas bra istri orang sebagai bercandaan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Richo menyebut, pelecehan di grup chat kantor istrinya tersebut berlanjut saat sang istri tengah berfoto berdua dengan seorang rekan kerja perempuan. Mirisnya, foto tersebut dijadikan jokes seolah-olah sang istri seperti wanita penghibur yang tengah menunggu dipilih.

“Lucunya ada 2 orang lain yang menggunakan foto lainnya sebagai bahanbecandaan seronok. Seolah ngeframing istri saya dan temannya di foto tersebut seperti pelacur yang tengah “menjajakan jasa”. Kenapa lucu? Salah satu pelakunya perempuan!,” ungkapnya.

“Bisa bisanya hanya karena istri saya duduk berdua dengan temannya, setelah mengenakan baju produk kantornya, lalu diframing dengan kata kata Lagi nunggu dipilih,” sambungnya.

Karena kasus tersebut, Richo menyebut, istrinya lantas mengundurkan diri dari kantornya tersebut. Menurutnya, meskipun sang istri telah memiliki niat yang baik untuk membantu perekonomian keluarganya, hal itu tak membuat istrinya terlepas dari risiko pelecehan.

Richo pun mengaku akan mendampingi sang istri untuk membuat gugatan, bahkan akan menempuh jalur hukum. Meskipun hanya di grup chat, menurutnya, para pelaku yang terlibat melecehkan sang istri tak hanya diberikan teguran, namun harus dipecat agar memberikan efek jera.

“Kenapa harus dipecat? Karena banyak karyawan lain berhak mendapatkan lingkungan kerja yang sehat. Bukan diganggu oleh ekosistem toxic macam ini. Bibit predator seks berawal dari sini, dari pembiaran pembiaran lingkungan sekitar,” tegasnya.

“Banyak yg menggantungkan hidup dan mati keluarganya dari kantor ini. Sepatutnya mereka mendapat perlindungan dari perusahaannya. Tempat kerja yang sehat dan nyaman,” tutupnya.*

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini