Share

Rancang Kebaya Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR, Didiet Maulana: Terinspirasi Motif Klasik Jawa

Muhammad Sukardi, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 194 2648616 rancang-kebaya-puan-maharani-di-sidang-tahunan-mpr-didiet-maulana-terinspirasi-motif-klasik-jawa-Rh3j8rIPSS.jpg Puan Maharani kenakan busana karya desainer Didiet Maulana di Sidang MPR. (Foto: Istimewa/MNC Portal)

KETUA DPR Puan Maharani tampil cantik mengenakan kebaya kutubaru berwarna terakota di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD 2022. Kebaya ini merupakan rancangan desainer Didiet Maulana.

Warna kebaya ini sengaja dipilih sebagai simbol semangat optimisme dalam menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh desainer Didiet Maulana.

Baca juga: Puan Maharani Tampil Kembaran dengan KD di Sidang Tahunan MPR 2022, Cantik Pakai Kebaya Merah 

Desainer Didiet Maulana.

Baca juga: Potret Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung di Sidang Tahunan MPR 2022 

"Kami memberikan warna terakota yang cerah karena memberikan semangat optimisme, dan juga memberikan suatu warna yang segar dan fresh, cocok warna merah hati yang terinspirasi motif klasik Jawa," ungkap Didiet dalam keterangannya yang diterima MNC Portal, Selasa (16/8/2022).

Soal kebaya, jelas dia, jenis kutubaru yang dikenakan Puan merupakan salah satu gaya klasik kebaya Indonesia yang banyak dijumpai di sejumlah daerah di Indonesia.

"Jadi tidak hanya dijumpai di Pulau Jawa, tapi juga di berbagai daerah di Bali, dan beberapa daerah Sumatera," paparnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sementara untuk batik tulis yang dikenakan untuk bawahan Puan, imbuh dia, yakni batik tulis Jawa bermotif Semen Romo (Semen Rama). Dimaknai sebagai penggambaran dari kehidupan yang bersemi, kehidupan yang berkembang dan sejahtera. Sebuah pengharapan dan doa untuk kehidupan yang makmur.

Didiet menerangkan, motif ini sering dikaitkan dengan cerita Ramayana dengan ajaran kepemimpinan Hastha Brata (8 jalan ajaran utama), di antaranya sikap semangat, penuh kasih, bertanggung jawab berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan mengendalikan diri. Sebuah ajaran kepemimpinan untuk diri sendiri dan masyarakat.

Baca juga: Potret Wapres K.H. Ma'ruf Amin Kenakan Baju Adat Solo di Sidang Tahunan MPR 2022 

Baca juga: Sidang Tahunan MPR 2022, Krisdayanti Cantik Paripurna Berbalut Kebaya Merah 

Motif batik terdiri dari tiga bagian utama yang dibagi menjadi ornamen udara, darat, dan laut. Melambangkan keseimbangan dan keadilan. Motif Tree of Life atau Pohon Hayat melambangkan darat, garuda melambangkan udara dan motif baito (perahu) melambangkan laut.

"Sarat makna, sarat doa dan pengharapan baik yang disampaikan dalam satu helai kain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini