Share

Anak Muda di Jepang Didesak Minum Miras Lebih Banyak, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 298 2651174 anak-muda-di-jepang-didesak-minum-miras-lebih-banyak-kenapa-ojU2DPxA16.jpg Sake miras ala Jepang (Foto: Soranews24)

JEPANG mendesak anak muda untuk memperbanyak minum miras. Perintah ini terkesan konyol memang, tapi begitulah faktanya.

Ada alasan mendasari kenapa pemerintah Jepang ingin anak muda untuk minum alkohol lebih sering. Menurut laporan pajak negara, pemasukan pajak dari konsumsi minuman beralkohol terus menurun.

 pemuda jepang malas minum sake

Badan Pajak Nasional Jepang pun berinisiatif untuk menaikan kembali pendapatan pajak minuman beralkohol dengan membuat kampanye 'Sake Viva!' supaya konsumsi alkohol kembali naik.

"Generasi muda di Jepang semakin sedikit yang minum sake dibandingkan orang tua mereka. Karena itu, rencana menaikkan pajak nasional dengan kampanye 'Sake Viva!' dibuat," terang laporan BBC, dikutip MNC Portal, Sabtu (20/8/2022).

Kampanye tersebut mengajak masyarakat berusia 20 hingga 39 tahun untuk minum sake, termasuk mengajak teman-teman mereka ikut berpartisipasi dalam aksi 'unik' tersebut. Tak hanya sake, mereka juga diminta untuk konsumsi wiski, bir, shochu, ataupun wine.

Di kampanye ini juga panitia meminta kepada anak muda untuk mengusulkan cara promosi, branding, bahkan rencana mutakhir yang melibatkan kecerdasan buatan untuk melancarkan promosi 'Sake Viva!'.

Program kampanye ini sejatinya tidak sepenuhnya disambut baik oleh masyarakat Jepang. Ada sebagian dari publik yang menolak adanya kampanye untuk hidup tidak sehat tersebut.

 BACA JUGA:Miris, Pelajar Ini Dianiaya hingga Dicekoki Miras Oplosan

Namun, tak sedikit yang menilai kampanye ini sesuatu yang perlu didukung. Sampai diketahui banyak ide yang diunggah secara online terkait 'Sake Viva!' ini, sampai ada selebriti yang ikutan.

Kampanye akan berlangsung sampai dengan September 2022. Ide paling inovatif akan menjadi pemenang, yang mana ahli akan dilibatkan untuk pelaksanaannya sebelum akhirnya proposal final dipresentasikan di November 2022.

Dalam laporan BBC dijelaskan alasan kenapa generasi muda ini mulai meninggalkan konsumsi alkohol. Penyebabnya adalah pandemi Covid-19, yang mana membuat konsumsi alkohol menurun drastis dan kelompok muda menjadi pasar yang besar pengonsumsi miras.

Penurunan jumlah konsumsi alkohol di Jepang ini bahkan paling rendah dibandingkan dengan 1995. Ya, di 2020 konsumsi alkohol hanya 75 liter (16 galon) per orang dewasa, sedangkan di 1995 konsumsi miras di angka 100 liter (22 galon) per orang dewasa.

Gegara menurunnya konsumsi miras, pajak alkohol pun menyusut selama bertahun-tahun. Menurut surat kabar The Japan Times, pajak alkohol sebesar 5% dari total pendapatan di 1980, berbeda jauh dengan kondisi 2020 yang hanya 1,7%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini