Share

Kapan Waktu Tepat Anak Masuk Sekolah?

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 Agustus 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 612 2652682 kapan-waktu-tepat-anak-masuk-sekolah-odN8ZPsrE8.jpg Ilustrasi Anak Sekolah. (Foto: Shutterstock)

SEIRING dengan membaiknya kondisi Covid-19 di Indonesia, pemerintah pun memutuskan untuk mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah tatap muka. Tentu saja hal ini membuat orangtua kembali mempertimbangkan anaknya untuk sekolah.

Bahkan, beberapa orangtua memilih memasukkan anaknya ke sekolah formal sejak usia dini. Tapi, kapan sebaiknya anak-anak mulai diperkenalkan dengan dunia sekolah?

Damar Wijayanti, Montessori & Certified Positive Discipline Parents Educator mengatakan penting bagi para orangtua untuk memahami kondisi anak sebelum mendaftar sekolah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenalkan berbagai macam kegiatan kepada anak, agar menemukan minatnya.

Anak Sekolah

"Kita perlu mengenalkan segala macam kegiatan ke anak jadi enggak cuma itu-itu aja. Perlu juga ada variasi, karena setiap orang kan cara belajarnya beda-beda, dengan variasi itu yang dia serap lebih optimal," ujar Damar seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut Damar menjelaskan, keinginan anak untuk sekolah baiknya datang dari dirinya sendiri sehingga memiliki dorongan yang kuat dalam belajar. Orang tua juga perlu untuk menyiapkan stimulus seperti sensorik dan motorik sebelum anak memasuki sekolah.

Mempersiapkan anak masuk sekolah, tidak hanya soal mencari tempat dengan akreditas bagus. Namun, orangtua harus melakukan persiapan secara menyeluruh seperti menentukan jarak antara rumah dan sekolah, kualitas dan kuantitas pengajar, peraturan hingga kurikulumnya.

"Kalau anak enggak siap masuk sekolah, dia akan kewalahan. Bukannya senang saat pulang sekolah tapi malah stres, akhirnya waktu mainnya berkurang karena dia harus mengelola stresnya, waktu belajarnya juga bisa berkurang," kata Damar.

Anak juga perlu merasa aman saat di sekolah, sebab perasaan terancam dapat menghambat kemampuan belajarnya. Damar mengatakan setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan dengan anak lain. Penting bagi para orangtua untuk memasukkan anak ke sekolah yang sesuai dengan karakternya.

Selain itu, menurut Damar, anak yang sudah mampu mengelola emosinya berarti sudah siap untuk bersekolah. "Kalau dia sudah mampu sedikit-sedikit bisa mengelola emosinya, ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa dia siap sekolah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini