Share

Perlu Gak Sih Anak-Anak Diberi Les Tambahan?

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 Agustus 2022 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 612 2652751 perlu-gak-sih-anak-anak-diberi-les-tambahan-blyozVUCtg.jpg Ilustrasi Anak Sekolah. (Foto: Shutterstock)

SELAIN kemampuan akademik, anak-anak memang perlu mendapatkan keterampilan lain. Keterampilan tersebut pun tidak selalu harus mendukung kemampuan akademik mereka, tapi bisa saja penyaluran hobi dan bakat mereka.

Tidak heran jika banyak orangtua yang kemudian memberikan tambahan atau biasa disebut sebagai les kepada anaknya, baik untuk mendukung kemampuan akademik ataupun memang penyaluran bakat. Kegiatan ini pun biasanya terlepas dari sekolah atau biasa disebut kegiatan sekolah informal. Namun usia berapa yang tetap untuk anak ikut kegiatan sekolah informal?

Damar Wijayanti, Montessori & Certified Positive Discipline Parents Educator mengatakan bahwa tidak ada patokan usia untuk anak mengikuti berbagai macam les. Satu-satunya yang harus menjadi pertimbangan adalah perasaan bahagia sang buah hati.

Anak Belajar

"Anak punya cara yang unik untuk mengelola informasi, enggak ada patokan usia. Tapi apakah waktu dikenalin (les) dia menikmati? Dia minta lagi atau dia senang banget atau stres," ujar Damar seperti dilansir dari Antara.

Menurut Damar, memperkenalkan berbagai jenis kegiatan pada anak adalah upaya yang bagus untuk menggali minat dan bakat. Namun, jika terlalu banyak malah akan menghambat tumbuh kembang karena fisiknya akan kewalahan.

Lebih lanjut, Damar mengatakan orangtua wajib untuk mengetahui kondisi emosi dan fisik anak ketika mendaftarkan ke berbagai jenis les. Menurutnya, yang terpenting adalah tidak menyita waktu istirahat dan bermain.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kalau waktu main jadi berkurang, waktu istirahat terbatas, itu perlu dikaji ulang lagi. Kira-kira mana yang paling disukai, kalau anaknya mulai kelihatan stres, kita tahan dulu sampai di usia yang dia punya energi lebih banyak," katanya.

Saat ini, banyak tempat les yang menyediakan program percobaan sebelum orangtua mendaftar secara resmi untuk anaknya. Menurut Damar, ini adalah waktu yang tepat untuk melihat emosi anak.

Orangtua juga harus mau mendengar sudut pandang sang anak pada suatu kegiatan yang diikuti, untuk melihat ketertarikannya. “Jadi kuncinya observasi. Kan sekarang banyak yang menyediakan trial, ikut trial aja dulu baru dibicarakan ke anak,” ujar Damar.

“Itu yang suka kita lupa, kita perlu dengerin dari sudut pandang anak, jadi anak dilibatkan pada kegiatan yang dia suka,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini