Share

Mengenal Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kapuas Hulu yang Lezat dan Wajib Dicoba

Novie Fauziah, Okezone · Rabu 24 Agustus 2022 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 298 2653805 mengenal-kerupuk-basah-kuliner-khas-kapuas-hulu-yang-lezat-dan-wajib-dicoba-9O2q30NkjK.JPG kerupuk basah khas Kapuas Hulu, (Foto: MPI/Novie)

BERKUNJUNG ke Kalimantan Barat, tak lengkap rasanya jika tidak mencoba salah satu kekayaan kuliner khasnya.

Contohnya ada kerupuk basah yang unik, karena biasanya yang namanya kerupuk itu pasti renyah dan garing bukan? Nah, makanan satu ini tidak boleh Anda lewatkan dan wajib dicoba saat mengunjungi Tanah Borneo.

Kerupuk basah sendiri merupakan kuliner khas yang berasal dari Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Berbahan dasar ikan, yang memang memang komodisi paling banyak dihasilkan dari Sungai Kapuas dan juga laut.

Cici, salah seorang warga Putussibau mengatakan ada dua jenis ikan paling favorit untuk dijadikan bahan dasar pembuatan kerupuk basah ini. Ikan yang dimaksud adalah toman dan belida.

"Beda ikan beda rasanya," kata Cici kepada MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menariknya, meskipun dinamakan kerupuk namun bentuk dan teksturnya tidak renyah. Justru kerupuk satu ini hadir dengan tekstur dan tampilan visual yang mirip dengan pempek dari Palembang.

Tim MNC Portal baru-baru ini berkesempatan mencicipi langsung kuliner khas Kalimantan Barat ini. Setelah dimakan, terasa teksturnya kenyal, lembut, dan daging ikan yang merupakan bahan utama dari makanan ini benar-benar sangat terasa. Sehingga menciptakan cita rasa yang gurih dan sedikit asin.

Cara makannya, kerupuk basah ini disantap dengan saus kacang. Bisa sebagai cocolan atau diguyur langsung ke atas kerupuk basah.

 

(Foto: MPI/ Novie)

Cici, warga setempat menjelaskan, bahan-bahan untuk membuat kerupuk basah ini relatif cukup mudah didapat. Hanya membutuhkan daging ikan segar, tepung sagu atau kanji, bawang putih, merica bubuk, garam, penyedap rasa dan air. Semua bahan tersebut dicampur dan diuleni.

Setelah itu dibentuk berbentuk lonjong, ukurannya sekitar 15 hingga 25 sentimeter dengan diameter sekitar 2-3 sentimeter. Lalu selanjutnya direbus selama 30 menit atau sampai matang.

Setelah matang, tiriskan dan potong-potong jadi beberapa bagian. Tingga dinikmati selagi hangat bersama saus kacang sebagai pendampingnya.

 BACA JUGA:Sensasi Mencicipi Sambal Ganja, Kuliner Khas Aceh yang Bikin Nagih

BACA JUGA:Bryan dan Aziz Kunjungi Medan! dari Kulineran Hingga ke Masjid Raya!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini