Share

Benarkah Penyedap Rasa Bisa Sebabkan Obesitas?

Syifa Fauziah, Okezone · Rabu 14 September 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 298 2667087 benarkah-penyedap-rasa-bisa-sebabkan-obesitas-C7uT9EbWi6.jpeg Penyedap rasa belum terbukti menjadi penyebab obesitas (Foto Ilustrasi: Timesofindia)

OBESITAS merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Obesitas juga menjadi salah satu dari Triple Burden of Malnutrition permasalahan gizi utama di Indonesia selain kekurangan gizi dan defisiensi mikronutrien.

Spesialis gizi klinik, dr. Arti Indira, MGz, SpGK, FINEM memaparkan fakta-fakta ilmiah terkait penyakit degeneratif seperti obesitas dan hipertensi, serta strategi pengurangan asupan garam dengan pemanfaatan penyedap seperti monosodium glutamat (MSG).

Menurut dr. Arti Indira, konsumsi bumbu penyedap seperti MSG tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama obesitas, karena hingga saat ini belum ada penelitian maupun jurnal ilmiahnya.

“Penyebab obesitas itu sendiri sangat kompleks (multi-faktorial), sehingga tidak bisa disebabkan dari satu faktor saja. Penyebab obesitas berhubungan erat dengan asupan makan, aktivitas fisik, genetik dan lingkungan. Sejauh ini tidak ada penelitian yang menitikberatkan bahwa obesitas disebabkan oleh bumbu penyedap rasa seperti MSG,” ungkap dr. Arti dalam Webinar bertajuk ‘Peran Umami dalam Mewaspadai Asupan Garam Berlebih untuk Hidup Lebih Sehat’, baru-baru ini.

Obesitas

Dokter Arti menjelaskan salah satu penyebab terbesar obesitas adalah pola makan berlebihan. Oleh sebab itu, pola makan harus diperbaiki yakni dengan pengaturan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman.

“Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, disarankan agar masyarakat mengurangi konsumsi garam pada makanannya supaya terhindar juga dari obesitas. Standar penggunaan garam yang ideal adalah kurang dari 5 gram,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati, bahwa saat ini pihaknya sedang menggiatkan kampanye bijak garam yang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.

“Melalui kampanye bijak garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi,” imbuhnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini