Share

Mengenal Cokelat Ruby, Varian Premium yang Masih Jarang Digunakan di Indonesia

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Sabtu 17 September 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 298 2669164 mengenal-cokelat-ruby-varian-premium-yang-masih-jarang-digunakan-di-indonesia-Z7Avh7kV4k.jpg Ilustrasi Cokelat Ruby. (Foto: Freepik)

COKELAT memang kerap menjadi salah satu makanan yang banyak digemari masyarakat. Cokelat pun bisa dikonsumsi langsung, atau digabungkan dengan berbagai macam makanan atau minuman.

Terganggung rasanya, cokelat pun memiliki beberapa variasi yakni hitam (dark chocolate), susu (milk chocolate) dan putih (white chocolate). Tapi tahukah Anda jika ada varian cokelat bernama Ruby?

Ruby diklaim sebagai jenis cokelat keempat yang ada di dunia. Cokelat ini memiliki rasa yang juga berbeda dari para pendahulunya. Sebagian besar pencinta cokelat sudah mungkin sudah mengenal ruby. Cokelat ini pertama kali dikenalkan oleh produsen cokelat Barry Callebaut pada tahun 2017.

Cokelat Ruby

Biji kakao ruby tumbuh di bawah kondisi iklim yang unik dan hanya dapat ditemukan di Ekuador, Brasil serta Pantai Gading. Cokelat ruby tidak mengandung buah beri, rasa berry, atau pewarna. Namun, cokelat ini memberikan rasa yang manis, segar seperti buah berry dan lembut.

Dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk menghasilkan cokelat dengan rasa dan warna yang menarik, yakni percampuran antara merah muda dan ungu. Di dunia gourmet, cokelat ruby telah digunakan untuk berbagai seperti pastry, kue, donat, es krim serta hidangan penutup lainnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sales Gourmet Manager Barry Callebaut Indonesia Denny Hardian Ardiwinata mengatakan di Indonesia sudah banyak toko kue yang menggunakan cokelat ruby baik untuk lapisan penutup (coating) kue atau isian donat. "Dia aplikasikan untuk cake, drink," ujar Denny seperti dilansir dari Antara.

Menurut Denny, di Indonesia aplikasi cokelat ruby masih sebatas pada kue dan belum digunakan pada camilan atau cokelat batangan. Hal ini terjadi lantaran cokelat ruby termasuk dalam jenis premium, yang harganya tidak murah.

Denny mengatakan permintaan cokelat ruby tertinggi datang dari Eropa dan Jepang. Di Jepang cokelat ini digunakan sebagai varian khusus dari KitKat. "Karena chef-nya juga harus mikirin banget aplikasi yang tepat untuk cokelat ruby. Memang harus banyak dikenalkan lagi karena dia rasanya mirip yogurt berries," kata Denny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini