Share

Ini Lho Negara dengan Penduduk Bertato Terbanyak di Dunia!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 18 September 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 612 2669857 ini-lho-negara-dengan-penduduk-bertato-terbanyak-di-dunia-bnWKq6KDSV.jpg Negara dengan penduduk bertato terbanyak (Foto: Tattoodo)

TATO sudah menjadi tradisi yang berusia 12.000 tahun. Berdasarkan data statistik yang diunggah oleh Tattoo Pro, Italia merupakan negara dengan posisi pertama yang memiliki persentase penduduk bertato terbanyak di dunia pada tahun 2021.

Ada sekitar 48% populasi di sana yang sekurang-kurangnya memiliki satu tato di tubuh mereka. Meskipun begitu, kecintaan penduduk Italia akan tato masih kalah dengan Swedia dan juga Amerika Serikat yang sebagian penduduk bertatonya memiliki lebih dari empat tato dalam tubuh mereka, walaupun di Swedia hanya ada 47% populasi dan di Amerika Serikat 46% populasi.

 Tato

Saat ini tato bukan hanya digunakan sebagai identitas diri, namun tato juga digunakan sebagai sarana untuk mencari nafkah, gaya hidup, dan pernyataan mode.

Menurut data statistik, kini tato menjadi industri senilai USD3 miliar yang berkembang pesat. Meskipun begitu, rupanya ada sebuah penelitian yang membuktikan rendahnya tingkat kesadaran pengguna tato akan masalah seputar tato.

Seorang Asisten Profesor Arkeologi Universitas Binghamton yang bernama Dr John Swierk pernah meneliti 100 pengguna tato di Amerika. Ia menemukan ada lebih dari setengah dari mereka yang ternyata tidak memahami kandungan apa yang ada pada tinta tato.

Hal ini sangat miris, lantaran mereka tidak mencari tahu lebih dalam mengenai bahan-bahan yang masuk ke dalam tubuh mereka. Lantas, apa bahan dalam tinta tato tersebut? Berikut adalah ulasan singkat mengenai proses pembuatan tato dan kandungan dalam tinta tato.

Tato dibuat oleh seniman dengan menusukkan jarum kepada kulit sebanyak 50 hingga 3.000 kali per menit. Tinta dari jarum tersebut akan mengalir ke lapisan epidermis atau lapisan terluar kulit.

Saat itu, sistem kekebalan tubuh akan mengira tusukan jarum dan tinta sebagai serangan. Kemudian antibodi memproses luka yang kemudian membentuk lukisan dari jarum tato menjadi permanen.

 BACA JUGA:Ada Tato untuk Pemantau Kesehatan, Simak keunikannya!

Berdasarkan analisis Swierk terhadap hampir 100 tinta, diketahui bahwa warna tinta berasal dari pigmen padat. Pigmen ini tersuspensi dalam pembawa cair yang mungkin mengandung satu atau beberapa bahan seperti listerine, air, vodka, dan witch hazel. Pigmen itu sendiri mengandung berbagai bahan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pigmen yang sama bisa mengandung bahan yang berbeda, tergantung siapa yang membuatnya. Misalnya, pigmen hijau bisa mengandung perunggu dan krom oksida. Pigmen merah mungkin memiliki oksida besi atau merah kadmium.

Kandungan bahan tersebut dapat saja memberikan efek samping bagi tubuh. Salah satunya, menimbulkan reaksi alergi seperti gatal, bentol, kulit kemerahan dan bersisik.

Meskipun secara alamiah seniman tato sudah punya model keamanannya, ada baiknya sebelum mengambil keputusan untuk bertato, seseorang harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang dipercaya. Selain itu, pilih studio tato yang dapat menjamin sanitasi dan pemeliharaan kesehatan pasca bertato.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini