Share

Mengenal Gaya Hidup Freegan, Pola Hemat dengan Cari Makan di Tempat Sampah

Nurul Amanah, Okezone · Senin 19 September 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 298 2670201 mengenal-gaya-hidup-freegan-pola-hemat-dengan-cari-makan-di-tempat-sampah-1pUA8MnUuV.jpeg Gaya hidup freegan (Foto: Channelnewasia)

PERNAH mendengar istilah freegan? Kalau belum, mari kita mengenal gaya hidup Freegan, pola hemat dengan cari makan di tempat sampah.

Mungkin gaya hidup ini terdengar asing bagi masyarakat kita. Namun, beberapa tahun terakhir, gaya hidup freegan mulai diterapkan di Singapura. Lalu sebenarnya, apa itu freegan dan seperti apa kehidupan orang-orang yang mengklaim sebagai freegan?

Freegan diartikan sebagai perilaku untuk membatasi sesuatu yang bisa dibeli, baik itu makanan, pakaian atau kebutuhan material lainnya.

Pinkan Mambo

Para freegan mencoba menggunakan kembali apa yang dibuang orang lain untuk mengurangi pemborosan dan menghemat uang. Jika ingin memenuhi kebutuhannya, daripada membeli yang baru, mereka lebih memilih untuk mencarinya di tempat sampah atau sistem barter dengan orang lain.

Lebih jauh, kegiatanini juga dilihat oleh sebagian orang sebagai gerakan politik yang menolak sistem ekonomi kapitalistik, overproduksi dan pemborosan. Tak ketinggalan, menghindari perilaku konsumerisme.

Gerakan ini dimulai di San Francisco pada 1990-an dan kelompok freegan terorganisir pertama dibentuk pada 2003 di New York City. Grup freegan pertama di Singapura didirikan bersama oleh Mr Daniel Tay pada tahun 2017.

Banyak persepsi yang salah mengenai gaya hidup freegan. Menurut salah satu pelaku freegan di Singapura, Xin Yi, freegan seringkali dianggap sebagai gaya hidup yang kotor karena menggunakan sesuatu yang memang seharusnya sudah tak layak dan harus dibuang.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

"Salah satu kesalahpahaman adalah bahwa kegiatan freegan adalah 'kotor' atau barang-barang yang dibuang dalam kondisi buruk, tetapi pada kenyataannya, orang Singapura sering membuang barang-barang yang masih dapat dikonsumsi atau digunakan, atau bahkan kadang-kadang masih baru”kata Xin Yi.

Padahal, gaya hidup freegan dapat menjadi alternatif jika Anda ingin berhemat. Seperti yang dilakukan oleh pelaku freegan asal Singapura, Daniel. Daniel mengatakan kepada Channel News Asia bahwa menjadi seorang freegan membantunya mengurangi pengeluarannya dari $2.000 per bulan menjadi hanya sekitar $300. Kadang-kadang dengan mengambil sisa makanan, ia tak perlu membayar apa pun untuk makanannya selama sebulan penuh.

Tertarik mencoba gaya hidup freegan? Mungkin Anda bisa merasakannya sendiri untuk mengetahui apakah gaya hidup freegan memang betul dapat membantu Anda untuk berhemat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini