Share

Gara-Gara Payudara Ukuran 32T, Model Ini Terpaksa Duduk di Dapur Pesawat

Muhammad Sukardi, Okezone · Kamis 22 September 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 612 2672616 gara-gara-payudara-ukuran-32t-model-ini-terpaksa-duduk-di-dapur-pesawat-EeoRKuf3Yu.jpg Leia Parker. (Foto: Instagram)

BANYAK perempuan ingin memiliki ukuran payudara yang lebih besar. Tidak jarang, mereka pun memilih untuk melakukan operasi pembesaran payudara, baik dengan suntik maupun silikon.

Tapi, nyatanya punya payudara terlalu besar tidak selamanya menguntungkan. Hal itu yang dialami model yang mengklaim sebagai perempuan pemilik payudara terbesar di Inggris.

Baru-baru ini dia bercerita bahwa diusir dari bangku pesawat oleh penumpang di sebelahnya karena menilai risih melihat payudaranya yang terlalu besar. Kejadian terjadi di penerbangan dari Las Vegas ke London. Pasalnya, dia dianggap menghalangi seseorang untuk keluar dari bangku.

Leia Parker

"Kursi yang kecil benar-benar tidak ditakdirkan untuk saya yang memiliki payudara sangat besar. Itu membuat saya berjuang agar tidak menghalangi penumpang lain," ungkap Leia Parker dalam wawancaranya dengan NeedtoKnow.online, dikutip dari New York Post.

Nah, karena payudara terlalu besar, menurut Parker ukurannya 32T, penumpang di sebelahnya risih dan tidak nyaman. Membuat si penumpang itu minta tolong kepada awak kabin untuk memindahkan Parker ke kursi penumpang lain."Para penumpang sangat kejam kepadaku," ungkap Parker sedih.

Parker menuduh, penumpang lain minta dirinya pindah karena merasa terintimidasi dengan payudara besar miliknya. Sialnya, awak kabin berpihak kepada sang pengadu. Alhasil Parker harus pindah dari kursinya dan ditempatkan di dapur pesawat. Lokasi tersebut dipilih karena tidak ada kursi kosong lainnya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

"Tidak ada kursi kosong lainnya, sehingga saya menghabiskan sebagian besar penerbangan dengan duduk di kursi dapur," ungkapnya penuh kecewa. Dia bahkan melontarkan kalimat kasar saat menjelaskan keputusan awak kabin memindahkannya.

Setibanya di London, Parker segera membuat komplain atas apa yang menimpa dirinya. Sayang sungguh sayang, komplain yang disampaikan tidak cukup baik direspons. Tidak ada permintaan maaf dari pihak maskapai atas tindakan tersebut.

Meski begitu, Parker mengaku sama sekali tidak trauma naik pesawat maupun transportasi umum lainnya. Dia mengaku senang berada di antara banyak orang termasuk saat berada di kendaraan umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini